Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati meninjau spot alam di sekitar air terjun Coban Kabejan yang berpotensi menjadi destinasi wisata di Desa Jembul, Kecamatan Jatirejo, Senin (30/8/2021).

IM.com – Pemerintah Kabupaten Mojokerto tertarik untuk mengembangkan potensi Desa Jembul, Kecamatan Jatirejo. Selain pertanian, desa tersebut juga memiliki panorama alam yang berpotensi menjadi destinasi wisata.

Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati turun untuk menyisir langsung beberapa spot cantik yang bisa disulap menjadi destinasi wisata alam. Salah satunya adalah air terjun Coban Kabejan.

Coban Kabejan yang dapat diartikan sebagai ‘kebajikan’, merupakan hidden gem yang belum banyak diketahui orang. Coban Kabejan terletak di dalam hutan, dengan akses jalur setapak alami dan tebing curam di sisi-sisinya.

Setelah melihat langsung potensi Coba Kabejan yang cukup tinggi untuk disulap menjadi tempat wisata, Ikfina ingin agar bawahannya segera memformulasikan program pengembangan. Mulai dari langkah pemetaan, perencanaan, hingga pembangunannya nanti.


“Jembul sangat potensial. Ini sudah jelas. Kami harus segera menyusun perencanaan, yang akan dijalankan secara bertahap. Kita harus gali terus potensi yang ada, libatkan, dan berdayakan masyarakat sekitar. Coban Kabejan ini contohnya. Kita juga bisa menonjolkan kekayaan kuliner lokal setempat, untuk membantu mendongkrak ekonomi warga desa,” ujar Bupati Ikfina.

Dalam kunjungan itu, Bupati didampingi Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas PUPR, Kabag Pembangunan, Plt. Kepala DPMD, camat Jatirejo beserta perangkat Desa Jembul. Ikfina mengintruksikan jajaran terkait untuk segera melakukan renovasi kolam renang wisata Bukit Pelangi Jembul, sumber air kolamnya, beserta akses jalan agar makin mudah.

“Tujuannya tentu untuk mendongkrak kembali nilai jual pariwisata agar lebih dikenal luas. Diharapkan agar bisa beroperasi kembali, dan memberi manfaat ekonomi bagi warga sekitar,” ujarnya.

Selain pariwisata, Bupati Ikfina juga meninjau sektor pendidikan di Desa Jembul. Ia melihat ada sekolah PAUD yang masih berbagi bangunan dengan Poskesdes agar segera memiliki gedung sendiri.

Instruksi tersebut langsung dicatat oleh Rizal Kabag Pembangunan Kabupaten Mojokerto. Ia meminta agar pendamping desa secepatnya berkoordinasi dengan Pemda.

“Kita perlu kembali ke perencanaan semula. Kita bisa tingkatkan BK desa, tapi dengan tetap melihat permasalahannya. Semua bisa dikomunikasikan dengan membuat proposal ke Pemda, terkait apa saja yang perlu dilakukan untuk pembangunan infrastruktur,” jelas Reynaldy.

Tidak berhenti di situ, bupati juga memberi instruksi PUPR agar segera menindaklanjuti irigasi yang tersumbat sehingga menyebabkan banjir. Irigasi menjadi hal yang krusial untuk dibenahi, sebab Jembul merupakan spot potensial pertanian umbi porang. Pertanian tentu membutuhkan irigasi yang baik, demi memaksimalkan pertumbuhan tanaman.

Sebelumnya, Gapoktan Desa Jembul telah menghasilan panen Umbi Porang sebanyak 15 ton dengan taksiran omset sekitar Rp 108 juta. Hasil tersebu membuktikan bahwa desa itu memiliki potensi tinggi di sektor pertanian. (Baca: Panen Porang 15 Ton, Petani Jatirejo Bisa Raup Rp 108 Juta).

Oleh karena itu, warga Jembul telah mengusulkan program kebun induk bertani porang. Usulan tersebut sudah ditampung oleh Teguh Gunarko Kadis Pertanian.

“Desa agar menyiapkan lahan, dan kita akan membantu untuk benihnya,” ujar Teguh. (im)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here