Ruas Jalan Ruas Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM) yang lengang.

IM.com – Ruas Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM) jauh dari target volume kendaraan harian. Masalah ini menyita perhatian Kementerian BUMN dan Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian PUPR untuk mencari cara agar lalu lintas di jalan tol sodetan dari Mojokerto itu ramai.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian PUPR Danang Parikesit, mengatakan lalu lintas yang sepi di ruas tol KLBM tidak sesuai dengan business plan. Menurut dia, perlu kajian lebih mendalam untuk menemukan penyebab dan solusinya.

“Perlu ditelaah lagi kondisinya,” kata Danang, Rabu (29/9/2021).

Danang menjelaskan, kondisi ruas tol dan strategi untuk membuat lalu lintas ramai sesunggunya sudah dibahas kondisi sejak awal pengoperasiannya. Termasuk pembangunan interkoneksi dengan jalan tol Surabaya-Mojokerto melalui Interchange SuMo.


Dalam Raker bersama Komisi VI, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan juga menyinggung pembangunan interchange atau persimpangan. Hal itu sebagai salah satu upaya agar tol ini mencapai target lalu lintas harian.

“Rencananya pembuatan interchange di situ,” ujarnya.

Danang menjelaskan, semua jalan tol di Indonesia dibangun melalui proses lelang, kecuali tol Trans Sumatera yang merupakan penugasan. Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dalam hal ini Waskita Karya muncul sebagai pemenang lelang.

Sehingga, kata Danang, segala risiko akan diserap oleh BUJT dari sisi lalu lintas yang sepi maupun pendapatan tol. Asalkan tidak ada yang menyalahi perjanjian atau kebijakan pemerintah.

“BUJT menyerap risiko sejauh tidak ada cidera janji atau perubahan kebijakan pemerintah,” tuturnya.

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo telah menyatakan, Kementeriannya sedang mencari solusi untuk membuat tol KLBM mencapai target lalu lintas harian. Pihaknya juga mempertimbangkan beberapa usulan yang disampaikan saat rapat membahas upaya penyelamatan Waskita Karya bersama Komisi VI DPR, Senin (27/9/2021) lalu.

“Salah satunya adalah dengan membuat interchange (persimpangan),” ujar Tiko, sapaan Wamen BUMN.

Menurut Tiko, penyebab tol KLBM sepi lantaran pengendara lebih memilih lewat jalan nasional yang berada dekat jalan tol yang menghubungkan Mojokerto tersebut. Dia menilai, sepinya volume kendaraan di ruas tol sodetan dari Mojokerto ke Gresik itu berdampak pada pendapatan PT Waskita Toll Road.

“Tol Krian-Manyar ini secara teori baik karena sodetan dari Mojokerto ke Gresik. Tetapi ternyata tidak ramai pak, karena ada jalan nasional di situ, setelah dibuka proyeksi lalin jauh di bawah target,” ujarnya Tiko.

Tol KLBM sepanjang 38 km dibagi menjadi 4 seksi yaitu Seksi I (Krian-Kedamean), Seksi II (Kedamean-Boboh), Seksi III (Boboh-Bunder), dan Seksi IV (Bunder-Manyar).

Tol KLBM ini dikelola oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), PT Waskita Bumi Wira dengan masa konsesi selama 45 tahun. Waskita Bumi Wira adalah anak usaha Waskita Toll Road dan merupakan cucu usaha Waskita Karya.

Jalan tol ini menjadi akses pendukung peningkatan perekonomian bagi kelancaran logistik, barang dan jasa di wilayah Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik, serta kawasan industri Krian di selatan. Juga memberi dukungan ke daerah pariwisata Jawa Timur.

Tol KLBM juga akan terintegrasi dengan pengembangan kawasan Pelabuhan Gresik. Selain mengurai kepadatan lalu lintas di daerah Legundi-Gresik, tol ini juga memberikan dukungan terhadap kawasan perindustrian utama di wilayah penyangga utama Kota Surabaya. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here