Kondisi makam Siti Kalsum yang meninggal dunia Kamis Kliwon (3/2/2022) malam rusak dibongkar orang tak dikenal yang diduga mencuri tali pocong jenazah di tempat pemakaman umum Desa Tulangan Medura, Kecamatan Tulangan, Sidoarjo, Selasa (8/2/2022) dini hari.

IM.com – Tali pocong jenazah hilang di sebuah tempat pemakaman umum Desa Tulangan Meduran RT 04 RW 04, Kecamatan Tulangan, Sidoarjo, menggemparkan warga setempat, Selasa (8/2/2022) dini hari. Diduga, perlengkapan jenazah almarhum Siti Kalsum yang meninggal dunia pada Kamis Kliwon (3/2/2022) atau malam Jumat Legi itu raib dicuri.

Warga berspekulasi, hilangnya tali pocong jenazah yang meninggal pada Kamis Kliwon karena dicuri orang yang sedang mempraktikkan ilmu tertentu. Ada mitos yang bertahan dalam budaya Jawa terkait tali pocong jenazah yang meninggal dunia pada malam Jumat Legi memilki tuah untuk memperdalam ilmu kanuragan atau kesaktian.

“Mungkin dibuat ngilmu (memperdalam ilmu kesaktian) oleh pelaku (pencurian). Kan meninggalnya malam Jumat Legi,” kata salah seorang warga setempat yang enggan disebut namanya.

Dengan ilmu tertentu, sebagian masyarakat percaya tali pocong dapat membuat orang kebal sejata tajam. Mitos lain menyebutkan bahwa benda tersebut bisa dipakai untuk ritual pesugihan atau pelet.


Hilangnya tali pocong jenazah Siti Kalsum pertama kali diketahui Masamah, warga Desa Tulangan pada Selasa pagi sekira pukul 06.00 WIB. Saat itu, Masamah mengunjungi makam keluarganya di tempat pemakaman umum (TPU) yang tak jauh dari rumahnya.

“Di tempat pemakaman itu, Ibu Masamah melihat ada sebuah makam yang sudah dibongkar,” ujar Ahmad Yani, juru kunci TPU Desa Tulangan.

Masamah kemudian memanggil anak-anaknya untuk memastikan kondisi makam warga Desa Tulangan Meduran itu. Saat diperiksa, ternyata dua tali pocong yang mengikat kafan bagian atas dan bawah jenazah sudah raib.

“Perkiraan pelaku membongkar makam itu jam 2 pagi,” ujar Yani.

Yani mengatakan, dia dan temannya, Kardi, sudah memasang lampu untuk menerangi makam almarhumah Siti Kalsum sampai genap 7 hari seperti biasanya.  Mereka berdua bahkan menjaga makam itu.

“Tapi Pak Kardi pulang dulu tadi malam karena mengeluh sakit kepala,” ucapnya.

Sementara itu, pihak Kepolisian setempat membenarkan terkait informasi hilangnya tali pocong di tempat pemakaman umum Desa Tulangan itu.

“Tali pocong sudah diganti dengan tali yang baru dan kuburan sudah dirapikan kembali oleh keluarga dan warga setempat,” terang salah satu petugas Kepolisian Polsek Tulangan. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here