Komandan Korem 082/CPYJ Kolonel Inf Unang Sudargo, S.H., M.M mewakili Pangdam V/Brw Mayjen TNI Nurchahyanto. M.Sc memberikan Materi Wasbang Kepada Latihan Kader II dan Latihan Khusus KOHATI Tingkat Nasional Himpunan Mahasiswa Islam

IM.com – Danrem 082/CPYJ Kolonel Inf Unang Sudargo, menjadi pemateri wawasan kebangsaan kepada Latihan Kader II dan Latihan Khusus KOHATI tingkat nasional Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Gedung BLK, Jalan Ngasinan Raya Kelurahan Rejomulyo Kecamatan Kota, Kota Kediri Senin (21/03/2022).

Danrem dalam paparan yang mewakili Pangdam V/Brw Mayjen TNI Nurchahyanto
menyampaikan, nasionalisme adalah paham kebangsaan yang tumbuh karena adanya persamaan nasib, sejarah dan kepentingan untuk hidup bersama, sebagai bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat, demokratis dan maju dalam satu kesatuan bangsa dan negara serta cita-cita bersama dalam mencapai kemakmuran, kekuatan dan kekuasaan suatu bangsa.

Islam adalah agama yang diberikan oleh Allah kepada Nabi Muhammad sebagai jalan keselamatan baik di dunia maupun akhirat, dimana ajarannya di landasi oleh Tauhid dan diterapkan dalam aspek kehidupan manusia.

Sejarah perjalanan islam di Indonesia, Indonesia merupakan negara dengan penganut Islam terbesar di dunia, hampir 87 % penduduk Indonesia memeluk Agama Islam. Islam masuk ke Indonesia sudah ratusan tahun yang lalu, puncaknya pada masa wali singo. Oleh karena itu kita harus bangga dengan para Alim Ulama yang telah menyebarkan agama Islam di Indonesia tanpa adanya kekerasan atau peperangan.


Sementara itu komunis adalah ideologi yang menganut filosofi politik soaial dan ekonomi, dengan tujuan terciptanya masyarakat komunis dengan berdasarkan kepemilikan bersama.

Perjalanan komunis di Indonesia di mulai pada tahun 1926, dimana terjadi pemberontakan pertama yang dilakukan oleh PKI di Jawa Barat dan Sumatera Barat, tahun 1948 terjadi pemberontakan PKI di Madiun, tahun 1965 terjadi lagi pemberontakan yang di kenal dengan G30S/PKI dan pada tahun 1966 PKI dinyatakan sebagai partai terlarang sesuai TAP MPRS Nomor. XXV/1966.

Nilai Religius memiliki nilai spiritual yang tinggi berdasarkan Agama dan keyakinan yang dipeluknya dan memiliki toleransi yang tinggi antar agama dan kepercayaan lainnya.

Bhineka Tunggal Ika merupakan jati diri Bangsa Indonesia artinya sejak dulu hingga sekarang kesadaran akan hidup bersama dalam keberagaman merupakan jiwa dan semangat bangsa di negeri yang kita cintai ini. Sedangkan nilai religius memiliki nilai spiritual yang tinggi berdasarkan Agama dan keyakinan yang dipeluknya.

Mengapa negara harus dibela, karena negara seperti makhluk hidup yang harus berkembang dan maju, agar negara tetap hidup dan maju maka kita harus melindungi dari segala macam bentuk Ancaman, Gangguan, Hambatan dan Tantangan (AGHT) baik yang datangnya dari luar maupun dalam negeri,”tutup Danrem

Hadir dalam kegiatan ini, Dandim 0809/Kediri Letkol Inf Ruly Eko Suryawan, S.Sos, Kasdim Mayor Arh Dian Kristianto, Pabung Mayor Caj Bangun S, Para Pa Staf Kodim 0809/Kediri, Ketua Korp Alumni HMI, Ketua Umum HMI Cab. Kediri Faizal Kurniawan , Ketua Korp HMI Wati Cab. Kediri Putri Kholifah, KAHMI Kota Kediri Mulyono, Pengurus Kohati dan para Ketua Komisariat HMI Cabang Kediri. (Penrem CPYJ)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here