Pengunjung memenuhi meja dan tempat duduk di warung Pecel Pincuk Rolak Songo milik Bu Ida.

Oleh : Salsa Cantika

IM.com – Bendungan Rolak Songo di perbatasan Kota Mojokerto dan Kabupaten Sidoarjo terkenal dengan pemandangan segar aliran Sungai Brantas dan wisata kulinernya. Salah satu menu yang banyak diburu pecinta kuliner adalah Nasi Pecel Pincuk.

Selain harganya yang murah, benarkah Pecel Pincuk Rolak Songo diburu karena cita rasanya yang enak atau hanya efek ciamiknya strategi pemasaran kuliner pemilik warung?

Pecel rolak songo menjadi destinasi menarik untuk warga lokal ataupun warga luar wilayah mojokerto. Banyaknya pelanggan dan penikmat pecel pincuk rolak songo ini tidak lepas dari kenyamanan tempat, harga, dan komunikasi pemasaran yang digunakan untuk promosi dan pemasarannya.


Dari sekian banyak aneka kuliner di area Rolak Songo, Sego Pecel khas Tulunggung di warung Bu Ida yang terpantau paling ramai pengunjung. Pecel Pincuk Rolak Songo kerap menjadi menu sarapan pelanggan maupun warga yang kebetulan melintas di kawasan itu.

Mulai dari segi tempat, rasa, dan harga, Pecel Pincuk Bu Ida memang paling ciamik. Untuk menikmati menu ini, pembeli cukup merogoh uang Rp 10.000 hingga Rp 20.000, tergantung lauknya.

Akses jalan menuju kesana pun sangat mudah, jika kalian menggunakan google maps, kalian cukup mengetik dengan keyword “Bendungan Rolak Songo”. Ramainya kendaraan di Rolak Songo membuat pedagang di daerah sekitar menjadi banyak pembeli, karena jalur tersebut menjadi jalan pintas penghubung wilayah Sidoarjo dan Kota Mojokerto.

Banyaknya pepohonan dan aliran air bendungan yang deras membuat suasana sekitar waduk menjadi sejuk.

Dilihat dari aspek pemasarannya, pedagang pecel pincuk ini cukup aktif  promosi di social media. Jejaring sosial ini menjadi lahan basah bagi pemilik usaha kuliner, termasuk Pecel Pincuk Rolak Songo.

Strategi pemasaran di media sosial berfokus pada penyediaan konten yang menurut pelanggan berharga, seperti Youtube, Facebook, dan Instagram tujuannya guna menarik perhatian para konsumen. Strategi pemasaran seperti itu terbilang sangat baik dan cukup mudah untuk dilakukan.

Pasalnya setiap konten yang dikemas dengan menarik, akan sangat mudah memikat konsumen. Setelah social media marketing, Earned media juga digunakan sebagai strategi marketing dengan cara meminta konsumen untuk memberikan review menarik, tujuannya agar semakin banyak yang tahu tentang pecel pincuk ini.

Ulasan terkait pecel pincuk dan dengan segala keunikan dan kelezatannya mampu menarik banyak perhatian dari berbagai kalangan dan berbagai daerah sekitar tidak lepas dari upaya promosi dan usaha pedagang dalam memperkenalkan produk jualannya kepada masyarakat luas.

Melalui hal ini pecel pincuk ini mampu masuk dan layak masuk list para pecinta kuliner dalam negeri. Karena bagaimanapun khas daerah masing masing memiliki cita rasa yang berbeda bukan.

Nah, bagaimana kalian sudah bisa membayangkan betapa nyamannya Rolak Songo dan betapa enaknya Pecel pincuk Rolak Songo? Pecel yang ditawarkan enak, bukan hanya gimmick semata loh guys. Seperti yang dikatakan oleh pepatah Irlandia “Laughter is brightest in the place where the food is” (Tertawa yang paling riang di tempat dimana ada makanannya). Perut kenyang, hati pun senang. (*)

 (*Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Islam Majapahit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here