Bupati Ikfina Fahmawati membuka webinar pelatihan service excellent tahap II secara daring di ruang Command Center Pemkab Mojokerto, Selasa (27/9/2022).

IM.com – Badan Kepegawaian dan Pengambangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Mojokerto menggelar webinar pelatihan service excellent tahap II secara daring di ruang Command Center Pemkab, Selasa (27/9/2022). Acara diikuti 2.829 pejabat pengawas, pejabat fungsional dan pelaksana di Pemkab Mojokerto dengan tujuan meningkatkan kinerja ASN dalam memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat.

Kegiatan dibuka Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati dan dihadiri Plt Kepala BKPSDM Kabupaten Mojokerto Bambang Eko Wahyudi. Pelatihan menghadirkan beberapa narasumber yakni Gideon Surya, Bobby Meidrie, Lysta Lestari serta ribuan ribuan peserta pelatihan service excellent.

Ikfina menyampaikan, kebutuhan  masyarakat dalam membutuhkan pelayanan dari pemerintah semakin berkembang seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi. Maka, ia menilai, para ASN harus mampu memberikan pelayanan sesuai dengan perkembangan zaman.

“Kalau pada saat kemarin-kemarin teknologi informasi belum begitu berkembang seperti saat ini, dimana sebagian besar masih terpaku dan berupaya untuk menyesuaikan dirinya dengan era society 4.0 tetapi sesungguhnya kita sudah harus segera menyesuaikan diri dengan era society 5.0,” ucap Ikfina, Senin (27/9/2022) pagi.

Menjadi ASN dalam memberikan pelayanan akan selalu mendapatkan pengawasan dari masyarakat. Maka Ikfina mengatakan, ASN harus mampu memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat.

“Kita sudah menjadi bagian dari aparatur sipil negara memberikan pelayanan kepada masyarakat adalah menjadi pihak yang selalu dimonitor dan dievaluasi oleh para penerima pelayanan, baik dari semua sisi, di semua lini, dan di semua bidang,” jelasnya.

Ikfina menegaskan, pelayanan prima (service excellent) merupakan kewajiban bagi ASN. Oleh karena itu, pemkab harus meningkatkan kapasitas dan para pejabat dan staf.

“Karena prosedur yang ditetapkan dan kemudian ada pengawasan dan kemudian ada sanksi kalau tidak dilaksanakan,” jelasnya.

Terkait pelayanan excellent yang tumbuh dari hati, Ikfina menilai, pelayanan prima yang tumbuh dari hati bukan suatu prosedur yang ditetapkan, akan memberikan kesenangan, kebahagiaan, dan kepuasan kepada masyarakat. Sehingga para ASN akan mendapatkan suatu kebahagiaan tersendiri ketika pelayanan excellent ini dilakukan dari hati.

“Saya Akan memilih bahwa kalian semuanya sebagai ASN Kabupaten Mojokerto memilih yang pertama memberikan pelayanan yang excellent dari hati sebagai bentuk upaya bagaimana kalian memberikan kemanfaatan, memberikan sesuatu kepada orang lain dan tidak hanya kinerja yang bisa diukur oleh kita semuanya tetapi juga suatu kepuasan karena membuat orang lain terbantu,” ujarnya.

Selain itu, Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto menjelaskan kegiatan pelatihan tersebut juga sebagai upaya Pemkab Mojokerto dalam meningkatkan kapasitas ASN.

“Terkait dengan monitoring terhadap upaya kita dalam meningkatkan kapasitas ASN Kabupaten Mojokerto. Kita mendapatkan tugas untuk bisa memberikan peningkatan kapasitas sebesar 20 Jam Pelajaran (JP) per ASN per tahun dan kegiatan ini merupakan bagian dari tindakan tersebut,” jelasnya.

Bupati Ikfina meminta, kepada seluruh ASN yang terlibat pada webinar pelatihan service excellent untuk betul-betul berkomitmen terlibat secara aktif, baik fisik maupun pikiran. Sehingga betul-betul memberikan dampak dalam merubah mindset untuk memberikan pelayanan atau service excellent kepada masyarakat.

“Saya minta tolong bahwa kabupaten Mojokerto akan selalu berbenah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dan selalu bekerja, bagaimana kita memiliki bagian yang bisa memberikan kontribusi positif dan produktif terhadap upaya pembenahan dari pemerintah daerah kabupaten Mojokerto,” ujarnya.

Sementara itu, Bambang Eko menambahkan, kegiatan pelatihan tersebut akan dilaksanakan selama tiga hari mulai 27 hingga 29 September. Serta diharapkan para peserta dapat memberikan pelayanan yang prima bagi institusi dan masyarakat.

“Mengenali karakter dan kebutuhan masyarakat, membina hubungan baik dengan masyarakat, dan meningkatkan skill di dalam memberikan pelayanan, peningkatan kinerja, dan citra institusi di mata masyarakat,” pungkasnya. (im)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini