Komisi II DPRD Kota Mojokerto meninjau langsung progres dan proses pengerjaan proyek Skywalk Majapahit di sisi selatan Alun-Alun, Rabu (2/11/2022).

IM.com – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Mojokerto melakukan inspeksi mendadak (sidak) di tiga lokasi proyek prioritas Pemkot Mojokerto, Rabu (2/11/2022). Selain proyek Tugu Alun-Alun yang compang-camping, dewan meninjau progres pembangunan Skywalk Majapahit.

Dalam sidak, dewan mengecek langsung seluruh bagian bangunan, terutama di lantai dua yang difungsikan untuk lokasi stan para pedagang. Para legislator juga mengukur luas masing-masing lapak untuk memastikan pelaksanaannya sesuai rencana.

Setelah sidak, Ketua Komisi II DPRD Kota Mojokerto, Agus Wahjudi Utomo, mengevaluasi sejumlah hal yang perlu diperhatikan oleh kontraktor pelaksana. Antara lain terkait saluran pembuangan dan penampungan air kotor.

“Mohon untuk suplai air dan pembuangan air limbah agar menjadi perhatian. Menurut mereka (rekanan) sudah ada penampungannya. Tapi saya tidak tahu,” kata Agus kepada wartawan di sela sidak.

Berdasarkan keterangan pelaksana proyek, dua hal tersebut sudah ada di dalam draft kontrak. Oleh karena itu, pihaknya meminta agar rekanan menyiapkannya dengan benar.

“Penjelasan mereka pembuangan limbah dan suplai air sudah ada di draf kontrak,” ujar Agus.

Proyek Skywalk Majapahit. Proyek ini digadang-gadang sebagai pusat kuliner ala rooftop di sisi selatan Alun-Alun Kota Mojokerto. Rencananya, proyek dengan anggaran Rp 7,8 miliar itu bakal disediakan 32 stan untuk para pedagang di lantai dua.

Nantinya, puluhan stand itu bakal ditawarkan kepada pelaku usaha kuliner dengan sistem sewa. Juga direncanakan bakal mulai dioperasikan pada awal 2024 mendatang.

Selain Skywalk, Komisi II DPRD Kota Mojokerto juga mendatangi proyek Jalan Empunala di Kecamatan Megersari. Namun, menurut Agus, proyek yang dikerjakan PT PP Presisi Tbk itu berjala sesuai rencana.

“Jalan Empunala on the track,” jawabnya singkat.

Proyek yang mendapat sorotan paling tajam dari anggota DPRD adalah pembangunan Tugu Alun-Alun. Agus dan legislator lain menemukan sejumlah titik bangunan yang tidak sesuai dengan perencanaan, seperti pilar dan lantai.

Politisi Partai Golkar itu mengatakan, berdasarkan perencanaan awal, pilar yang terbuat dari cor dan lantai semestinya dilapisi dengan batu bata merah jenis press. Namun, pihaknya mendapati pilar dan lantai tidak bisa diselesaikan, karena keterbatasan anggaran.

“Kalau bangunan itu jadi, termasuk pilar-pilar yang ada , mestinya tertutup dengan batu merah. Kelihatannya lantai dan pilar-pilar itu tidak bisa diselesaikan, karena keterbatasan anggaran,” jelasya.

Maka, ia berpendapat bahwa proyek prestisius Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto ini berpotensi tidak akan tuntas tahun 2022. Padahal, apabila melihat desain bangunan pelaksana proyek tidak ada keselahan. Hanya saja, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto tidak menerapkan sebagaimana perencanaan desain awal.

“Sepertinya begitu (tidak tuntas). Kalau tadi sudah ditunjukkan desainnya ke saya, pelaksana tidak salah. Tetapi ada yang tidak ketat seperti perencanaan awal,” ungkap Agus.

Baca: Proyek Tugu Alun-Alun Kota Mojokerto Compang-Camping, Desain dan Anggaran Tak Sesuai Rencana

Jika solusinya penambahan anggaran, politisi partai Golkar ini menegaskan, berdasarkan pernyataan Badan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Mojokerto tahun 2023 tidak ada lagi penambahan anggaran untuk pembangunan tugu setinggi 45 meter itu.

“Padahal, menurut kawan-kawan Banggar untuk tahun depan tidak ada penambahan anggaran. Harapan kami, semuanya sudah ada di dalam perencanaan. Tahun ini adalah batas terakhir,” tegasnya.

Ia menambahkan, atas temuan ini dapat dijadikan pembelajaran untuk proyek pembangunan apapun di Kota Mojokerto. Ia berharap, dinas terkait ataupun rekanan proyek dapat menyelesaikan sesuai dengan komitmen dan perencanaanya.

“Harusnya begitu (jadi pembelajaran). Tidak dilaksanakan setengah-setengah. Kalau sudah jadi komitmen, apapun yang terjadi harus bisa selesai,” pungkasnya. (cw)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini