Administratur Perhutani wilayah Mojokerto, Andi Adrian Hidayat, memberikan penjelasan kepada massa pendemo dari Koalisi Petani Mojokerto Menggugat (KPMM) yang menolak penanaman Agroforestry Tebu Mandiri (ATM) di hutan Kemlagi, Selasa (24/10/2023).

Perhutani juga memberi kesempatan pada petani atau kelompok tani untuk kerjasama operasional tebu (sharing permodalan) dengan pola sharing sesuai kontribusi.

Andi menjelaskan beberapa alasan dan manfaat pengembangan ATM di lahan Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Mojokerto. Antara lain untuk mendukung swasembada gula nasional sesuai arahan pemerintah.

“Dalam waktu dekat Perhutani akan melakukan sosialisasi dan implementasi Kemitraan Kehutanan Perhutani (KKP) dan Kemitraan Kehutanan Perhutani Produktif (KKPP) sebagaimana ketentuan kemitraan di wilayah Perhutani,”ujarnya.

Andi menegaskan, lokasi ATM adalah petak yang produktif atau yang tanaman kayu putihnya gagal.

“Setelah dilakukan sosialisasi di beberapa Balai Desa, Kecamatan Kemlagi, Perhutani Mojokerto telah bersurat ke Divisi Regional Jawa Timur untuk menunda pelaksanaan ATM di Tahun 2023,” tegasnya.

Terkait Sharing Daun Kayu Putih (DKP)  ke masyarakat sudah diberikan melalui Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) mulai tahun 2006 sampai 2017. Sedangkan dari tahun 2018 hingga 2022, KPH Mojokerto belum mendapatkan alokasi anggaran sharingnya.

“Jadi terkait sharing DKP, silahkan tanya kepada pengurus LMDH masing-masing,” imbuh Andi. (im)

1
2

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini