
inilahmojokerto.com – Warga di sekitar jalur Jogging Track Jalan Hayam Wuruk, Kota Mojokerto, Jawa Timur dikejutkan penemuan jenazah seorang perempuan yang mengapung di aliran Sungai Brantas, Minggu (4/1/2026) siang. Peristiwa tersebut segera mengundang perhatian masyarakat dan aparat setempat.
Informasi yang dihimpun, jenazah pertama kali terlihat di aliran sungai wilayah Sipon, Desa Pagerloyong, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, sekitar pukul 09.40 WIB. Kondisi jenazah saat ditemukan tidak mengenakan pakaian, dengan satu potong pakaian dalam yang masih melekat di tubuhnya. Hingga kini, identitas korban belum diketahui.
Berdasarkan pengamatan awal di lokasi, perempuan tersebut diperkirakan berusia sekitar 30 tahun, dengan tinggi badan kurang lebih 155 sentimeter, berkulit sawo matang, serta berambut hitam lurus sepanjang bahu. Dugaan sementara, jenazah berada di sungai dalam kurun waktu yang relatif singkat sebelum ditemukan.
Salah seorang warga, Najib, mengungkapkan bahwa saat kejadian dirinya sedang berada di sekitar sungai bersama keluarga. Melihat adanya tubuh mengapung, ia berinisiatif membantu mengarahkan jenazah ke tepian sungai agar lebih mudah dilakukan evakuasi.
“Di lokasi sudah ada relawan dari ILS Info Lantas Sidoarjo, ISM Info Seputar Mojosari, PMI, BPBD dan Relawan Punokawanyang kemudian membantu proses evakuasi. Jenazah diduga terbawa arus dari wilayah hulu Sungai Brantas. Untuk identitas korban, sepenuhnya kami serahkan kepada pihak berwenang,” ujar Najib.
Sementara itu, Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Mojokerto Kota, Ipda David, membenarkan adanya penemuan jenazah perempuan tersebut. Ia menyampaikan bahwa jenazah telah dievakuasi dan dibawa ke kamar jenazah RSUD dr. Wahidin Sudirohusodo, Kota Mojokerto, untuk keperluan pemeriksaan lebih lanjut.
“Saat ini kami telah menerjunkan tim Inafis untuk membantu proses identifikasi. Penyebab meninggal dunia korban masih menunggu hasil pemeriksaan medis dari pihak rumah sakit,” jelas Ipda David.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga atau memiliki informasi terkait identitas korban agar segera melapor. Proses penyelidikan masih terus dilakukan guna memastikan identitas serta peristiwa yang melatarbelakangi kejadian tersebut. (joe/kim)









































