Puluhan oarng yang diamankan atas insiden bentrok pesilat vs warga dimintai keterangan di aula Polres Kota Mojokerto

IM.com – Polisi akhirnya mengamankan sedikitnya 35 orang pasca kerusuhan Desa Pulorejo, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto Senin (17/10) sekitar pukul 23.00 WIB. Mereka ditangkap disinyalir sebagai pelaku perusakan rumah warga, fasilitas umum, dan kendaraan polisi

Hasil penyisiran pasca kerusuhan, kata Kapolres Kota Mojokerto, AKBP Nyoman Budiarja, pihaknya mengamankan 35 orang, “Semua kami amankan dulu, baik terkait perusakan atau tidak, siapapun yang ada di sana kami amankan untuk kami mintai keterangan,”ujarnya kepada wartawan, Selasa (18/10/2016).

Penangkapan itu, lanjut Nyoman, dilakukan pasca aksi perusakan yang dilakukan ratusan massa terhadap rumah warga, warung, pos kamling, mobil patroli Polsek Dawarblandong, dan sepeda motor Bhabinkamtibmas di Desa Pulorejo, Senin (17/10) sekitar pukul 23.00 WIB.

Selain menangkap puluhan terduga pelaku, polisi juga menyita sejumlah sepeda motor. Nyoman memastikan, pelaku perusakan tersebut merupakan anggota PSHT dari Mojokerto dan daerah sekitarnya. Dengan rincian dari Mojokerto 6 orang, Lamongan 23 orang, 4 orang dari Bojonegoro, dan masing-masing 1 orang dari Nganjuk dan Jombang.


“Rata-rata semuanya warga PSHT, semua perannya saat perusakan kami dalami. Siapa, dan apa yang dilakukan, perannya harus jelas. Status mereka masih dalam lidik,” terangnya.

Sampai siang ini, puluhan orang terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan di Aula Prabu Hayam Wuruk Polres Kota Mojokerto. Polisi masih mendalami motif aksi penyerangan tersebut.

Selain itu, tambah Nyoman, pihaknya juga meminta bantuan dari Polda Jatim untuk mengantisipasi aksi serupa terulang. “Kami minta bantuan Polda satu kompi, kami penebalan di titik perbatasan, TKP penganiayaan kemarin, rumah korban,” pungkasnya. (bud/uyo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here