
inilahmojokerto.com – Program edukasi keselamatan gas bumi kembali digencarkan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk di Kabupaten Jombang Jawa Timur. Melalui sosialisasi langsung ke warga, perusahaan memastikan penggunaan jaringan gas rumah tangga (jargas) tetap aman, efisien, dan semakin diminati masyarakat.
Kegiatan sosialisasi tersebut digelar di Balai Kelurahan Pesantren, Kecamatan Tembelang, dengan melibatkan puluhan warga pengguna gas bumi. Edukasi ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap penggunaan energi yang aman sekaligus mendukung program pemerintah dalam mengurangi ketergantungan pada LPG impor.
Area Head PGN Sidoarjo, Heri Frastiono, menjelaskan bahwa kebutuhan edukasi semakin penting seiring meningkatnya jumlah pelanggan di wilayah Jombang. “Gas bumi di Jombang sudah mengalir 24 jam. Karena itu masyarakat perlu memahami cara penggunaan yang aman agar manfaatnya bisa maksimal,” ujarnya.
Saat ini, jumlah pelanggan jargas di Jombang tercatat mencapai sekitar 4.859 pengguna, yang didominasi sektor rumah tangga dan pelaku usaha kecil.
Dalam sosialisasi tersebut, PGN menekankan langkah sederhana yang bisa dilakukan warga jika terjadi kebocoran gas, seperti: Menutup kran utama, Membuka ventilasi udara, Segera melapor ke petugas
Untuk penanganan cepat, masyarakat juga dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135 yang siaga 24 jam.
PGN sendiri telah membekali tim teknis dengan teknologi Laser Mini Methane (LMM) untuk mendeteksi kebocoran gas secara cepat dan akurat.
Selain keamanan, keunggulan gas bumi juga dirasakan dari sisi ekonomi. Sistem pembayaran berbasis meteran dinilai lebih transparan karena pelanggan hanya membayar sesuai pemakaian.
Menurut Heri, kondisi ini sangat menguntungkan bagi pelaku usaha seperti warung makan, kafe, hingga UMKM yang membutuhkan energi stabil.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari pemerintah setempat. Kepala Desa Pesantren, Achmad Wahyudi, menyebut sosialisasi ini membantu menghilangkan kekhawatiran warga terhadap penggunaan gas bumi.
“Warga jadi lebih paham dan merasa aman. Ini solusi energi yang nyaman untuk kebutuhan rumah tangga maupun usaha,” katanya.
Salah satu warga, Nunuk Ainur Rohmah, juga mengaku kini lebih percaya diri menggunakan gas bumi setelah memahami cara penanganan jika terjadi kebocoran.
Dalam kesempatan tersebut, PGN juga memperkenalkan aplikasi PGN Mobile yang memungkinkan pelanggan melakukan pencatatan meter secara mandiri.
Tak hanya untuk memasak, PGN mulai mendorong pemanfaatan gas bumi untuk kebutuhan lain seperti pemanas air hingga pendingin, guna meningkatkan efisiensi energi di rumah tangga dan usaha.
Ke depan, PGN akan terus memperluas edukasi melalui pendekatan langsung ke masyarakat. Strategi “getok tular” atau penyebaran informasi dari warga ke warga dinilai efektif untuk mendorong adopsi energi gas bumi.
Perusahaan optimistis, dengan edukasi berkelanjutan, pemanfaatan energi domestik yang lebih ramah lingkungan dapat semakin meningkat di tingkat lokal. (uyo)










































