
inilahmojokerto.com – Sebanyak 16 perupa alumnus Seni Rupa Universitas PGRI Adibuana Surabaya menghadirkan karya penuh refleksi dalam pameran bertajuk “JAMAN SEMONO”. Digelar di Galeri Prabangkara, Surabaya, Minggu (3/5/2026), pameran ini mengajak publik menyelami kembali ingatan masa lalu—dari nostalgia hingga kritik sosial—dalam balutan visual yang kuat dan beragam.
Kelompok perupa “YANG ADA” kembali menunjukkan konsistensinya dalam berkarya melalui pameran lukisan ke-7 bertajuk “JAMAN SEMONO”. Pameran ini menjadi ruang ekspresi sekaligus respons para seniman terhadap dinamika zaman.
Mengusung tema “JAMAN SEMONO”, para perupa mengangkat refleksi tentang ingatan, pengalaman, serta tafsir personal terhadap masa lalu. Istilah “semono” yang kental nuansa lokal dijadikan pintu masuk untuk menggali nilai kultural, sosial, hingga emosional yang masih relevan hingga kini.
Tak sekadar nostalgia, karya-karya yang ditampilkan juga memuat kritik dan perenungan yang menghubungkan masa lalu dengan realitas kekinian.
Sebanyak 16 pelukis ambil bagian dengan beragam pendekatan artistik, mulai dari realisme, ekspresionisme, hingga gaya kontemporer. Keberagaman ini menghadirkan dialog visual yang kaya serta menunjukkan perkembangan eksplorasi kreatif para alumnus.
Pameran ini menjadi bagian dari rangkaian Pekan Seni Rupa Jawa Timur 2026, sekaligus memperingati Mei sebagai Bulan Menggambar Nasional. Momentum ini diharapkan mampu memperkuat semangat berkesenian, khususnya dalam praktik menggambar dan melukis.
Kegiatan dibuka pada Minggu (3/5/2026) pukul 16.00 WIB di Galeri Prabangkara, UPT Taman Budaya Jawa Timur, Jalan Gentengkali No. 85 Surabaya, oleh Kepala UPT Taman Budaya Jawa Timur, Deddy Haryono.
Ketua pameran, Choirul Subechi, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang apresiasi karya, tetapi juga wadah silaturahmi serta pertukaran gagasan antar perupa dan masyarakat.
Melalui pameran ini, publik diajak untuk menikmati sekaligus memaknai kembali jejak “jaman semono” dalam perspektif kekinian, serta merasakan kekuatan seni rupa sebagai medium refleksi lintas waktu. (kim)










































