Sejumlah siswi kelas VIII SMPN 1 Kota Mojokerto ketika baru sadar usai mengalami kesurupan di tengah kegiatan belajar mengajar, Selasa (26/3/2019).

IM.com – Kesurupan massal 20 siswa-siswi kelas VIII menggemparkan SMPN 1 Kota Mojokerto, Selasa (26/3/2019). Konon, migrasi makhluk halus ke sekolah itu yang menyebabkan kesurupan massal.

Rombongan makhluk halus itu ‘bedol desa’ dari hunian sebelumnya di gedung lawas yang kini disulap menjadi Graha Mojokerto Service City (GMSC) yang terletak tepat di depan SMPN 1, Jalan Gajah, Kota Mojokerto.

Menariknya, keterangan itu keluar dari Kepala Sekolah SMPN 1 Kota Mojokerto, Mulib. Menurutnya, fenomena gaib itu diketahui dari beberapa anak indigo yang dia kumpulkan untuk melihat keberadaan makhluk gaib di sekolahnya.

“Sekitar 20 siswa indigo saya suruh melihat sosok apa saja di sini,” kata Mulib, Selasa (26/3/2019).


Ia mengungkapkan, gedung pelayanan publik itu dulunya merupakan RSUD yang memang dikenal angker. Para makhluk halus akhirnya memilih meninggalkan gedung yang kehilangan nuansa angkernya ketika dimodernisasi menjadi GMSC.   

“Kata mereka (siswa indigo), setiap pagi ada rombongan makhluk halus datang dari depan, pindah ke gedung sekolah ini,” ujarnya. Menurutnya, kesurupan massa kali ini bukan yang pertama kalinya terjadi di sekolah itu. Tahun lalu kesurupan massal justru terjadi saat sekolah menggelar istighosah bersama para siswa.

Kejadian hari ini, puluhan siswa kesurupan di tengah berlangsungnya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Beruntung, para siswa yang kesurupan kali ini segera bisa dikembalikan kesadarannya.

“Kesurupannya sekitar 15 menit. Siswa yang kesurupan dibawa ke musala, ruang Kepala Sekolah dan di ruang kelas disembuhkan oleh guru sini satu orang, dan dua orang dari luar sekolah.,” ujar Haikal, salah seorang siswa kelas IX.

Haikal mengatakan, kesurupan massal ini terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu siswa kelas VIII sedang belajar, sedangkan siswa kelas IX baru menyelesaikan ujian sekolah mata pelajaran Matematika.

“Awalnya yang kesurupan siswa kelas VIII A, lalu merembet ke kelas VIII H dan I,” kata Haikal.

Mendengar keributan dari kelas VIII A, I dan H, Haikal datang untuk membantu. Dia menghitung lebih dari 20 siswa yang mengalami kesurupan. Mayoritas yang kesurupan merupakan siswa perempuan.

“Yang kesurupan 20 lebih. Mereka mengerang kesakitan di dada kiri, telinganya seperti tuli, ada yang kepala dan kakinya sakit, ada juga yang matanya seperti buta,” ujarnya. (tik/im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here