Ananda Putra Wiyanto (tengah), pegawai kafe di Pacet, Mojokerto yang diduga menjadi korban penganiayaan hingga meninggal dunia.

IM.com – Sejumlah kejanggalan mengiringi kematian Ananda Putra Wiyanto (18) pegawai kafe di Pacet, Mojokerto. Ketidakwajaran itu mengindikasikan penyebab tewasnya korban karena mengalami penganiayaan.

Awalnya, pemilik kafe, GM, mengaku kepada orang tua Nanda kalau korban mengalami  kecelakaan. Pria berusia 24 tahun itu adalah orang yang pergi bersama Nanda pada Sabtu (26/12/2020), sehari sebelum korban mengalami luka dan dirawat di rumah sakit.

“Besoknya, Minggu (27/12/2020) siang, GM kasih tahu le wat WA (WhatsApp) kalau Nanda sedang dirawat di rumah sakit, katanya habis kecelakaan, tapi tidak menjelaskan bagaimana kejadiannya. Dia bilang kalau mau jelasnya nunggu Nanda sadar,” kata ibu korban, Wiwik Nur Astutik (37) pada InilahMojokerto.com.

Wiwik mencurigai ada fakta yang ditutup-tutupi GM dalam keterangannya. Selain tidak ada penjelasan lebih rinci terkait kronologi peristiwa, kondisi korban juga menyiratkan kalau Nanda meninggal bukan sekadar akibat kecelakaan biasa.


“Anak saya seminggu koma sampai meninggal. Katanya dokter, karena sarafnya terlambat ditangani, darahnya sampai membeku di otak,” ujar Wiwik.

Selama korban dirawat di RSUD Sidoarjo dalam keadaan koma, GM tak pernah menampakkan batang hidungnya. Wiwik hanya bisa menghubungi bos anaknya itu melalui pesan whatsapp dan telepon.

“Lalu Selasa (29/12/2020) saya telepon GM, tanya lagi kejadian sebenarnya, jawabannya beda dari sebelumnya. Dia bilang Nanda dipukul dua orang, tapi dia ngaku tidak tahu pelakunya karena tidak mengetahui peristiwa pemukulannya,” tukas Wiwik.

Dalam percakapan itu, Wiwik berujar, nada bicara GM terkesan ketakutan dan merasa terancam dituduh sebagai pelaku pemukulan. GM bahkan mengaku akan menghilang jika terus disudutkan. (Baca: Pegawai Kafe di Pacet Meninggal Misterius).

“Setelah itu dia sudah tidak bisa dihubungi lagi. Padahal saya hanya ingin penjelasan bagaimana sih kejadian sebenarnya, siapa pelakunya. Kami ingin pelaku yang menyebabkan anak saya meninggal ditangkap dan dihukum seberat-beratnya,” tandas Wiwik.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Rifaldhy Hangga Putra membenarkan indikasi terjadinya pemukulan terhadap korban. Saat ini, penyidik masih mengusut pelakunya. (Baca: Polisi Bongkar Makam Pegawai Kafe di Pacet, Bagaimana Hasil Autopsinya?).

“Ada indikasi insiden pemukulan yang terjadi antara 26 dan 27 Desember dini hari tahun 2020. Mudah-mudahan kejadiannya bisa terungkap, termasuk juga siapa pelakunya,” tandasnya kepada wartawan di Mapolres Mojokerto, Jumat (8/1/2021).

Ada beberapa orang yang bisa menjadi saksi kunci dalam kasus ini. Selain GM ada juga beberapa orang, laki-laki dan perempuan, yang pergi bersama Nanda pada Sabtu (26/12/2020) malam itu.

“Ada beberapa saksi yang sudah kami periksa. Teman dan orang-orang di tempat kerja korban,” ucap Rifaldhy. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here