Rudi T Mintarto (tengah, busana putih) bersama rombongan Kebudayaan Bali dari Universitas Negri Okinawa pada event Okinawa Internasional Orchid Show 2026.

inilahmojokerto.com – Pameran bunga internasional bukan hanya tentang keindahan tanaman. Di tangan Rudy T Mintarto, anggrek berubah menjadi media diplomasi budaya Indonesia di panggung dunia.

Pada 3–7 Juni 2026, Rudy kembali dipercaya sebagai Duta Budaya mewakili Indonesia dalam Malaysia’s Highest Flower Exhibition “Bunga” di Genting Highland, Malaysia.

Ajang tersebut diikuti sejumlah negara Asia seperti Malaysia, Jepang, Thailand, China, dan Indonesia.

Kepercayaan itu bukan datang tanpa alasan. Selama lebih dari 15 tahun, Rudy dikenal sebagai pegiat anggrek Indonesia yang konsisten membawa identitas budaya bangsa dalam setiap display internasional.

Tahun ini, ia memilih tema “The Beauty of East Java Culture in Harmony from Indonesia.” Konsep stan Indonesia akan menghadirkan replika Candi Penataran setinggi 2,5 meter yang dipadukan dengan tiga replika penari tradisional Jawa Timur: Turangga Yaksa, Gandrung, dan Ngremo.

Bagi Rudy, display tersebut bukan sekadar dekorasi, melainkan cara populerkan budaya dan pariwisata Indonesia kepada masyarakat dunia. “Saya ingin orang asing mengenal budaya Jawa Timur melalui pameran ini,” katanya.

Dia sebenarnya ingin menghadirkan penari asli agar tampil langsung selama pameran berlangsung. Namun keterbatasan biaya membuat rencana itu belum dapat direalisasikan.

Selama ini, kata Rudy, panitia internasional umumnya hanya menyediakan tiket dan hotel. Sedangkan kebutuhan anggrek dan properti display harus dipenuhi sendiri.

“Kadang semua harus saya tanggung sendiri. Berat memang, tetapi ini demi nama Indonesia,” ujarnya.

Rudy mulai terlibat dalam pameran anggrek internasional sejak 2010 setelah menerima undangan dari China dan Singapura. Dari situlah ia belajar membangun display lanskap yang artistik dan memiliki karakter kuat.

Hingga 2026, ia telah meraih 23 penghargaan internasional. Prestasi tertingginya adalah penghargaan The Best Show pada Singapore Orchid Show 2018.

Menurut Rudy, panitia internasional terus mengundangnya karena melihat keseriusan dan profesionalitasnya dalam membangun display.

Meski demikian, ia menilai potensi kerja sama anggrek Indonesia dengan negara Asia Tenggara sebenarnya jauh lebih besar jika didukung regulasi pemerintah yang jelas, terutama terkait ekspor anggrek. “Potensinya besar sekali jika aturan mendukung,” ujarnya.

Bagi Rudy, target utama bukan sekadar menang lomba. Yang lebih penting adalah memastikan Indonesia tetap hadir dan dihormati dalam forum internasional.

“Yang penting Indonesia tetap ada di tengah peserta dunia,” tegasnya. (kim)

1

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini