Wakil Bupati Mojokerto foto bersama peserta pelatihan desa wisata
Wakil Bupati Mojokerto Moch. Rizal Octavian berfoto bersama peserta pelatihan pemasaran desa wisata usai kegiatan yang digelar Disbudporapar.

inilahmojokerto.com – Genjot PAD besar-besaran, Pemkab Mojokerto “turunkan jurus” marketing ke desa wisata agar makin banyak wisatawan datang dan membawa cerita viral.

Pemerintah Kabupaten Mojokerto melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) menggelar bimbingan teknis (bimtek) marketing pada Senin (4/5/2026) di hotel Jalan Bypass Mojokerto.

Kegiatan ini dihadiri lWakil Bupati Mojokerto, Moch. Rizal Octavian, serta diikuti para penggerak dan perwakilan desa wisata se-Kabupaten Mojokerto.

Dalam arahannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa desa wisata tidak sekadar menjual destinasi, tetapi juga pengalaman dan kenangan yang membekas bagi pengunjung.

“Desa wisata itu menjual rasa, pengalaman, dan kenangan. Jadi bagaimana caranya agar wisatawan pulang membawa cerita positif yang bisa dibagikan kepada orang lain,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa promosi terbaik datang dari pengalaman pengunjung itu sendiri, yang kemudian menyebar secara alami melalui cerita maupun media sosial.

Lebih lanjut, Moch. Rizal menyampaikan bahwa Pemkab Mojokerto berkomitmen mendukung pengembangan desa wisata melalui regulasi dan pembangunan infrastruktur. Namun, keberhasilan sektor ini tetap bergantung pada peran aktif para pengelola di lapangan.

“Kami akan terus mendukung dari sisi regulasi dan infrastruktur, tetapi keberhasilan sesungguhnya ada di tangan panjenengan semua sebagai pengelola,” tegasnya.

Wakil Bupati juga mengingatkan pentingnya kolaborasi antar desa wisata untuk menciptakan ekosistem pariwisata yang kuat dan berkelanjutan.

“Kolaborasi adalah kunci. Jangan berjalan sendiri-sendiri. Desa wisata harus saling mendukung, bukan bersaing secara tidak sehat,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Disbudporapar Kabupaten Mojokerto, Ardi Sepdianto, menjelaskan bahwa bimtek ini tidak hanya mengajarkan teknik promosi seperti fotografi dan pembuatan caption menarik, tetapi juga menekankan pentingnya keberlanjutan desa wisata.

“Peserta tidak hanya belajar memotret atau membuat caption, tetapi juga bagaimana menjaga agar desa wisata tetap eksis dan berkembang dalam jangka panjang,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan desa wisata di Mojokerto semakin siap bersaing dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah. (uyo)

43

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini