Identitas pria yang ditemukan meninggal mengapung di Sungai Brantas, Mojoanyar, Mojokerto akhirnya terungkap.
Misteri penemuan jasad pria yang mengapung di aliran Sungai Brantas, Dusun Banjarmlati, Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, akhirnya mulai terkuak

inilahmojokerto.com – Misteri penemuan jasad pria yang mengapung di aliran Sungai Brantas, Dusun Banjarmlati, Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, akhirnya mulai terkuak. Setelah melalui proses identifikasi oleh petugas kepolisian dan tim forensik, korban diketahui bernama Muhammad Faisal Prasetyo Mustofa (22), warga Perum Griya Jetis Permai Blok V, Desa Jetis, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto.

Sebelumnya, jasad korban ditemukan warga pada Sabtu (27/6/2026) sekitar pukul 07.10 WIB. Penemuan tersebut bermula ketika seorang pemancing bernama Pak Rin melihat tubuh seorang pria mengapung di tengah aliran Sungai Brantas saat sedang memancing.

Temuan itu segera dilaporkan kepada warga dan perangkat desa setempat, lalu diteruskan ke Polsek Mojoanyar. Petugas kepolisian bersama BPBD, relawan, dan warga kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengevakuasi korban menggunakan sampan kayu.

Jenazah selanjutnya dibawa ke kamar jenazah RSUD dr Wahidin Sudirohusodo Kota Mojokerto guna menjalani pemeriksaan dan proses identifikasi oleh petugas Inafis Satreskrim Polres Mojokerto.

Kepastian identitas korban diperoleh setelah pihak keluarga datang ke rumah sakit. Kakak korban, Aldian Abdullah (26), memastikan bahwa jasad yang ditemukan di Sungai Brantas tersebut adalah adiknya yang telah hilang sejak Kamis (25/6/2026).

“Saya memastikan itu adik saya. Salah satu cirinya masih memakai kalung dan cincin di jari manis. Selain itu pakaian yang dikenakan juga sesuai,” ujar Aldian saat ditemui di kamar jenazah RSUD dr Wahidin Sudirohusodo.

Menurut Aldian, keluarga telah berupaya mencari keberadaan korban sejak dinyatakan tidak pulang ke rumah. Berbagai cara dilakukan, termasuk mencoba menghubungi telepon seluler korban, namun tidak berhasil karena dalam kondisi tidak aktif.

“Dia keluar rumah sejak Kamis siang dan setelah itu tidak ada kabar. Kami terus mencari. Setelah mendapat informasi ada penemuan mayat di Sungai Brantas, kami datang untuk memastikan dan ternyata benar itu adik saya,” katanya.

Aldian menuturkan, semasa hidup korban dikenal sebagai pribadi pendiam dan tidak pernah memiliki masalah dengan keluarga maupun lingkungan sekitarnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Mojoanyar, Aipda Listiyono, menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan awal belum menemukan indikasi adanya tindak kekerasan pada tubuh korban.

“Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan visum luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Memang ada luka sobek di area pelipis, namun diduga akibat benturan dengan benda keras saat tubuh korban terbawa arus sungai,” jelasnya.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban. Polisi juga menunggu keputusan keluarga terkait kemungkinan dilakukannya autopsi guna mendukung proses penyelidikan.

“Apabila keluarga menghendaki autopsi, tentu akan kami tindak lanjuti. Namun jika keluarga menerima peristiwa ini sebagai musibah dan tidak menginginkan autopsi, maka akan dibuatkan surat pernyataan resmi,” tambah Listiyono.

Hingga Sabtu siang, penyebab kematian Muhammad Faisal Prasetyo Mustofa masih dalam proses pendalaman oleh pihak kepolisian.

12

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini