
inilahmojokerto.com – Kebakaran hebat melanda area sebuah pabrik produksi sepatu di Dusun Bendo Lor, Desa Kalen, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, Kamis (17/9/2026) sekitar pukul 09.20 WIB.
Kobaran api membakar sejumlah gudang produksi di dalam area pabrik. Asap hitam pekat membumbung tinggi hingga terlihat dari radius sekitar 5 kilometer dan menyelimuti kawasan di sekitar lokasi kejadian.
Informasi sementara di lapangan menyebutkan, sedikitnya tiga area gudang produksi terdampak kebakaran. Bangunan yang terbakar diperkirakan memiliki luas sekitar 2.000 meter persegi.
Api diduga bermula dari aktivitas pengelasan yang dilakukan sejumlah pekerja bengkel untuk memperbaiki bagian bangunan gudang di sisi utara lantai dua. Percikan las diduga jatuh ke area bawah yang terdapat material atau bahan produksi sepatu yang mudah terbakar.
Kepala Dusun Bendo Lor, Sanali (63), mengatakan dirinya mengetahui kejadian tersebut setelah melihat kepulan asap hitam dari kejauhan.
“Saat itu sekitar pukul 09.20 WIB. Saya melihat asap tebal hitam membubung tinggi dari arah pabrik, kemudian langsung berlari melakukan pengecekan ke lokasi,” ujar Sanali di lokasi kejadian.
Menurut Sanali, berdasarkan keterangan sejumlah saksi, api diduga berasal dari percikan las saat pekerja melakukan perbaikan bangunan.
Dugaan tersebut juga disampaikan Kasihan (52), salah seorang pekerja bengkel las asal Desa Tajuk Wagir, Kecamatan Krembung, Sidoarjo. Ia mengatakan terdapat lima pekerja yang saat itu melakukan pekerjaan perbaikan bangunan.
“Saya bersama dua teman berada di lantai dua dan sedang melakukan aktivitas perbaikan menggunakan las listrik. Ada kemungkinan percikan jatuh ke area bawah yang terdapat bahan sepatu dan mudah terbakar,” katanya.
Para pekerja sempat berupaya memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) ketika kobaran masih kecil. Namun, api dengan cepat membesar karena material yang berada di lokasi mudah terbakar.
“Percikan api jatuh ke bawah dan menyulut kebakaran hingga menjalar. Saat api masih kecil, kami sudah berusaha memadamkannya dengan APAR, tetapi tidak mampu karena bahan yang terbakar mudah menyala,” jelas Kasihan.
Dalam kejadian tersebut tidak dilaporkan adanya korban jiwa. Sementara seorang pria yang disebut sebagai pemilik pabrik, Rusli alias A’cun (48), asal Medan, Sumatera Utara, dilaporkan mengalami luka ringan pada tangan kanan setelah terjatuh saat berusaha menghindari kobaran api.
Besarnya kebakaran membuat sejumlah armada pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi. Sedikitnya enam mobil pemadam dari BPBD Kabupaten Mojokerto, Damkar PT Inti Niaga Suryatama (Dragon), Damkar Gama Kota Mojokerto, delapan unit tangki air untuk memasok kebutuhan air, serta satu unit mobil water cannon dari Polres Mojokerto turut membantu proses pemadaman.
Hingga berita ini ditulis, petugas pemadam kebakaran masih berjibaku melakukan pendinginan dan menjinakkan kobaran api di area gudang produksi.
Sementara itu, penyebab pasti kebakaran dan nilai kerugian masih dalam proses penanganan serta pendataan oleh pihak terkait.









































