Kodim 0815/Mojokerto survei 10 titik calon pembangunan dan perbaikan jembatan. Jembatan Sungai Blentreng menjadi salah satu lokasi prioritas.

inilahmojokerto.com – TNI melalui Kodim 0815/Mojokerto mulai memetakan kebutuhan perbaikan dan pembangunan jembatan di sejumlah wilayah Kabupaten Mojokerto. Sebanyak 10 titik calon lokasi disurvei sebagai bagian dari persiapan Program Jembatan Perintis Garuda Tahap VIII.

Survei dilakukan Tim Kodim 0815/Mojokerto bersama Denzibang V/4 Mojokerto pada Selasa (8/9/2026). Tim turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi jembatan, karakteristik sungai, medan sekitar hingga manfaat akses tersebut bagi masyarakat.

Salah satu lokasi yang menjadi sasaran survei adalah Jembatan Sungai Blentreng di Dusun Blentreng, Desa Ngembat, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Jembatan tersebut merupakan akses penghubung dari kawasan hutan menuju Dusun Blentreng. Jalur ini juga menjadi akses penting bagi masyarakat untuk menjalankan aktivitas pertanian.

Namun, kondisi jembatan lama saat ini mengalami kerusakan. Akses tersebut hanya dapat digunakan oleh pejalan kaki sehingga menyulitkan warga ketika membawa sarana produksi maupun mengangkut hasil pertanian.

Hasil pengukuran sementara menunjukkan jembatan memiliki panjang sekitar 10 meter dan lebar 3 meter. Lebar sungai sekitar 7 meter, sementara jarak dari bagian bawah jembatan menuju aliran air sekitar 7 meter.

Pasiter Kodim 0815/Mojokerto Kapten Inf Budiyono mengatakan, survei terhadap 10 titik tersebut merupakan tahapan penting sebelum menentukan kebutuhan dan skala prioritas pembangunan.

“Hari ini tim melaksanakan survei di 10 titik yang membutuhkan perhatian untuk pembangunan maupun perbaikan jembatan. Salah satunya di Sungai Blentreng ini,” ujar Budiyono.

Menurutnya, tim melakukan pengecekan secara langsung terhadap kondisi medan, ukuran sungai, kondisi jembatan lama serta akses yang digunakan masyarakat.

Data hasil survei tersebut selanjutnya menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan kebutuhan dan prioritas pembangunan melalui Program Jembatan Perintis Garuda Tahap VIII.

Budiyono menilai keberadaan jembatan yang layak sangat dibutuhkan, khususnya di wilayah dengan aktivitas pertanian yang cukup tinggi.

Jembatan yang memadai tidak hanya berfungsi sebagai penghubung antarwilayah, tetapi juga dapat memperlancar mobilitas warga, distribusi sarana produksi dan pengangkutan hasil pertanian.

Program Jembatan Perintis Garuda sendiri menjadi salah satu upaya Kodim 0815/Mojokerto dalam mendukung penyediaan akses penghubung yang lebih aman dan memadai bagi masyarakat di wilayah binaan.

Dengan dilakukannya survei di 10 titik, kebutuhan masing-masing lokasi akan dipetakan untuk menentukan penanganan yang paling sesuai dalam pelaksanaan Tahap VIII.

Salah satu lokasi yang dinilai membutuhkan perhatian adalah Jembatan Sungai Blentreng. Kondisi jembatan yang rusak membuat akses masyarakat, terutama untuk aktivitas pertanian, belum dapat berjalan secara optimal.

2

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini