Bocah kelas 5 MI Darussalam Sidoarjo, Alkhalifi Muhammad Marfen, menunjukkan surat untuk Presiden Prabowo Subianto yang berisi harapannya mengikuti upacara 17 Agustus di Istana Negara.
Alkhalifi Muhammad Marfen (11), bocah MI Darussalam, Kecamatan Candi, Sidoarjo, saat menikmati MBG di sekolahnya, Senin (18/5/2026).

inilahmojokerto.com – Bocah kelas 5 Madrasah Ibtidaiyah Darussalam, Kecamatan Candi, Sidoarjo, Alkhalifi Muhammad Marfen (11), melayangkan surat ke Presiden Prabowo Subianto.

Dengan tulisan polos khas anak-anak, Marfen menyampaikan satu harapan besar: ingin hadir di upacara Hari Kemerdekaan RI di Istana Negara dan bertemu langsung dengan Presiden Prabowo.

Surat itu diterima dan dibaca Presiden Prabowo saat kunjungan kerja di Nganjuk, Sabtu (16/5/2026).

Keinginan itu bukan muncul begitu saja. Marfen mengaku terinspirasi setelah menyaksikan tayangan upacara bendera 17 Agustus di televisi.

Baginya, Istana Negara dan upacara kemerdekaan adalah pengalaman yang ingin ia lihat langsung setidaknya sekali seumur hidup.

“Pengin ke Jakarta, pengin ikut upacara bendera sama Pak Prabowo,” ujar Marfen, Senin (18/5/2026).

Kekaguman Marfen kepada Presiden juga tumbuh dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ia rasakan sendiri di sekolahnya. Program itu membuatnya merasa diperhatikan sebagai anak Indonesia.

Bila suatu hari benar-benar bertemu Presiden, Marfen ternyata sudah memiliki daftar kecil yang ingin ia lakukan.

“Pengin foto, salim, sama bilang terima kasih buat MBG-nya,” katanya polos.

Surat tersebut rupanya sudah ditulis sejak dua hingga tiga bulan lalu. Sang paman, Darmawan, mengatakan ide menulis surat datang langsung dari Marfen tanpa paksaan siapa pun.

Ia hanya membantu memperbaiki susunan kata agar lebih sopan dan pantas dikirim kepada seorang Presiden.

“Saya bantu dengan kosakata dan bahasa yang baik karena ini kan untuk Bapak Presiden,” ujar Darmawan.

Kesempatan menyerahkan surat itu datang saat Presiden Prabowo meresmikan museum Marsinah di Nganjuk.

Namun Marfen sendiri tidak ikut hadir karena sedang menjalani ujian sekolah.
Darmawan pun membawa surat tersebut seorang diri.

Di tengah pengamanan ketat dan kerumunan warga, ia berusaha mencari celah agar surat keponakannya bisa sampai ke tangan Presiden.

Momen itu akhirnya datang tepat ketika Presiden hendak menaiki helikopter. Dengan bantuan aparat keamanan, Darmawan berhasil menitipkan surat kepada jajaran pejabat yang mendampingi Presiden.

“Saya kasih suratnya waktu Bapak mau naik helikopter. Pas masuk lapangan itu akhirnya saya bisa menyerahkan ke Menteri Sekretaris Negara atau Ketua MPR yang ada di dalam mobil,” tuturnya.

Tak disangka, surat sederhana itu benar-benar dibaca langsung oleh Presiden Prabowo.

Kabar tersebut segera menyebar dan membuat keluarga Marfen haru sekaligus bangga.

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo pun ikut memberi perhatian. Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk mendukung apabila Marfen mendapat undangan ke Jakarta.

“Insya Allah saya sendiri nanti yang akan mengantar. Mudah-mudahan Bapak Presiden memberikan undangan untuk ananda karena anak ini sangat ngefans sama beliau,” ujar Mimik.

Di balik hiruk-pikuk politik dan agenda kenegaraan, kisah Marfen menjadi pengingat bahwa harapan anak-anak sering lahir dari hal-hal sederhana: televisi di ruang keluarga, sepiring makanan bergizi di sekolah, dan keyakinan bahwa surat kecilnya mungkin saja dibaca seorang Presiden (anto)

1

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini