Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda merupakan salah satu madrasah swasta yang ada di Kota Mojokerto, tepatnya di Jalan Sekarputih No. 448 Kerlurahan Kedundung Kecamatan Magersari.

IM.com – Jumlah madrasah negeri di Jawa Timur sangat kecil, bahkan tidak ada satu pun di Kota Mojokerto. Untuk itu, Kementerian Agama Kanwil Jatim berencana memperbanyak madrasah negeri.

Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur, Mochamad Amin Mahfud menjelaskan di Jawa Timur jumlah madrasah negeri, dari MI, Madrasah Tsanawiyah (MTs/setingkat SMP), hingga Madrasah Aliyah (MA/setingkat SMA), sebanyak 465 madrasah. Sedangkan yang berstatus swasta lebih dari tiga belas ribu madrasah.

“Hanya 5 persen madrasah di seluruh Jawa Timur yang berstatus negeri. 95 persen madrasah swasta,” kata Amin Mahfud.

Salah satu daerah yang menjadi perhatian Amin Mahfud adalah Kota Mojokerto. Seperti di Kota Depok dan Batu (Malang), tidak ada madrasah negeri setingkat SD atau Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) di Kota Mojokerto.


“Mojokerto Kota MIN (Madrasah Ibtidaiyah Negeri)-nya tidak ada, (Kota) Batu MIN-nya. Karena itu kami mengusulkan ke pusat untuk memperbanyak madrasah negeri di Jawa Timur,” tutur Amin.

Salah satu wacana yang diusulkan adalah mengubah status madrasah-madrasah swasta menjadi negeri. Sebetulnya, lanjut Amin, hal itu sudah diusulkan sejak beberapa tahun lalu, terutama untuk daerah-daerah yang sama sekali tidak memiliki madrasah negeri, seperti di Mojokerto Kota MI.

“Tujuannya untuk pengembangan, tapi belum teralisasi,” kata Amin.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pendidikan Islam pada Kemenag, Kamaruddin Amin, mengatakan, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam telah mengusulkan ratusan madrasah untuk di-negeri-kan. Namun, tidak setiap usulan bisa disetujui di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara.

“Tapi setidaknya kami sudah lakukan identifikasi, ya setidaknya satu kabupaten/ kota harus punya Madrasah Aliyah negeri minimal satu. Karena masih banyak kabupaten/ kota di Indonesia belum punya Madrasah Aliyah negeri,” ujar Kamaruddin.

“Kami masih terus berjuang untuk menambah madrasah negeri. Jadi tidak berhenti sampai di situ. Memang ini terkendala banyak hal, termasuk anggaran dan lain-lain,” imbuhnya. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here