
inilahmojokerto.com – Jalan yang minim penerangan pada malam hari menuntut pengendara meningkatkan kewaspadaan. Jarak pandang yang terbatas dapat membuat keberadaan kendaraan dari arah berlawanan sulit dikenali, terlebih jika salah satu kendaraan tidak menyalakan lampu.
Kondisi tersebut diduga menjadi salah satu faktor dalam kecelakaan dua sepeda motor di Jalan Raya Desa Jambuwok, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jumat (11/9/2026) malam.
Kecelakaan melibatkan motor Honda 70 CC (Ulung) dan Yamaha Vega S bernopol 2675 HBO. Tiga anak berusia sekitar 14 tahun terlibat dalam insiden tersebut.
Satu korban berinisial A, warga Kecamatan Jatirejo, meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara dua korban lainnya, Y dan NHA, warga Kecamatan Puri, mengalami luka dan mendapat perawatan medis di IGD Rumah Sakit Dian Husada, Sooko.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 23.20 WIB. Saat itu, Honda 70 CC yang dikendarai A melaju dari arah utara menuju selatan. Dari arah berlawanan, Yamaha Vega yang dikendarai Y dengan membonceng NHA bergerak menuju utara.
Kapolsek Trowulan Kompol I Gusti NK Swastama mengatakan, kondisi jalan yang minim penerangan serta dugaan tidak menyalanya lampu pada Honda Ulung membuat jarak pandang antarpengendara menjadi terbatas.
Situasi tersebut diduga menyebabkan kedua kendaraan tidak sempat menghindari benturan hingga terjadi tabrakan dari arah berlawanan.
“Diduga kuat karena pengendara motor Honda Ulung tidak menyalakan lampu dan pengendara Yamaha Vega tidak jelas melihat adanya kendaraan dari arah berlawanan,” ujar I Gusti Swastama di lokasi kejadian.
Benturan membuat ketiga anak tersebut terjatuh ke badan jalan. A mengalami luka fatal dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi. Jenazahnya kemudian dievakuasi ke kamar jenazah RSUD dr Wahidin Sudirohusodo, Kota Mojokerto.
Sementara Y dan NHA dievakuasi ke RS Dian Husada untuk mendapatkan penanganan medis.
Kesaksian NHA yang ditemui di ruang IGD RS Dian Husada memperkuat gambaran mengenai sulitnya melihat kendaraan lain dalam kondisi jalan yang gelap.
Menurut NHA, motor yang ditumpanginya tidak langsung menyadari keberadaan Honda Ulung yang melaju dari arah berlawanan. Benturan akhirnya tidak dapat dihindari.
“Dia hendak menyeberang ke arah kanan, tetapi tidak menyalakan lampu motornya. Mungkin karena sama-sama kecepatan tinggi, teman saya tidak bisa menghindar,” kata NHA.
Kecelakaan ini menjadi pengingat bahwa lampu kendaraan bukan sekadar perlengkapan saat malam, tetapi bagian penting dari sistem keselamatan berkendara. Lampu membantu pengendara melihat kondisi jalan sekaligus membuat keberadaan kendaraan lebih mudah dikenali pengguna jalan lain.
Terlebih ketika berkendara pada ruas jalan dengan penerangan terbatas, pengendara perlu mengurangi kecepatan, memastikan lampu utama berfungsi, menjaga jarak aman dan tidak melakukan manuver secara tiba-tiba.
Bagi pengendara sepeda motor yang masih berusia anak-anak, faktor keselamatan juga perlu mendapat perhatian lebih dari orang tua. Pengawasan dan pemahaman mengenai aturan lalu lintas menjadi bagian penting sebelum anak menggunakan kendaraan bermotor di jalan raya.
Kecelakaan di Jambuwok tersebut menunjukkan bahwa satu hal yang terlihat sepele—seperti lampu kendaraan yang tidak menyala—dapat memperbesar risiko ketika jarak pandang terbatas.
Karena itu, berkendara dengan kecepatan yang sesuai kondisi jalan dan memastikan kendaraan terlihat oleh pengguna jalan lain menjadi langkah sederhana yang dapat membantu mencegah kecelakaan.









































