
inilahmojokerto.com – Kekecewaan sejumlah calon jamaah umroh asal Gresik memuncak. Merasa belum mendapatkan pengembalian uang setelah keberangkatan umroh yang mereka nantikan tak kunjung terealisasi, mereka mendatangi sebuah ruko di Jalan Niaga Nomor 11, Kelurahan Jagalan, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, Sabtu (24/10/2026).
Di lokasi tersebut, para jamaah membentangkan banner bertuliskan “Keluarga Anisa Penipu Jamaah Umroh” di tempat usaha Optik Jasa, yang disebut sebagai milik orang tua pemilik PT Annisa Ahmada Travelindo.
Aksi itu menjadi bentuk pelampiasan kekecewaan para jamaah yang mengaku belum menerima kembali uang mereka.
Mereka berharap kedatangan tersebut dapat mendorong penyelesaian persoalan yang hingga kini masih menyisakan tuntutan pengembalian dana.
Sejumlah jamaah laki-laki dan perempuan tampak menunggu di teras depan toko. Sebagian duduk di pinggir trotoar, sementara lainnya berada di sekitar pagar gerbang menuju halaman samping rumah keluarga pemilik optik tersebut.
Namun harapan mereka untuk bertemu dengan pihak keluarga belum terwujud. Rumah dalam keadaan kosong, dengan lampu yang terlihat padam. Tidak ada penghuni yang dapat ditemui saat rombongan jamaah mendatangi lokasi.
Salah seorang jamaah yang meminta identitasnya tidak disebutkan mengatakan, persoalan administrasi terkait visa telah mereka ambil melalui Hanum, yang disebut sebagai kuasa hukum.
Menurut dia, persoalan keuangan belum selesai karena uang jamaah belum dikembalikan.
“Kami datang ke sini rombongan jamaah dari Gresik. Melihat kondisi dan situasi rumah keluarga pemilik travel, sudah tidak ada di rumah semua pergi dalam kondisi kosong, lampu dimatikan,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa bagi para jamaah, persoalan yang dihadapi bukan semata-mata urusan administrasi perjalanan ibadah. Pengembalian uang yang mereka menjadi persoalan utama.
Di tengah penantian itu, mereka harus menempuh perjalanan dari Gresik ke Kota Mojokerto untuk mendatangi lokasi yang dikaitkan dengan keluarga pemilik perusahaan travel tersebut.
Aksi pemasangan banner di ruko Optik Jasa menjadi penanda kekecewaan para jamaah terhadap persoalan pemberangkatan umroh yang mereka alami. Mereka datang dengan harapan memperoleh kejelasan, tetapi tidak berhasil menemui penghuni rumah.
Meski demikian, klaim yang tertulis pada banner merupakan ekspresi kekecewaan








































