Semangat generasi muda ikut gerak jalan perjuangan Mojokerto - Surabaya merupakan cermin menghormati pahlawan

IM.com – Gerak jalan perjuangan Mojokerto – Suroboyo (Mojosuro) yang digelar Sabtu (12/11), diikuti 10.600 orang, dari berbagai daerah di Indonesia. Gerak jalan Perjuangan cukup fenomenal ini, dalam memperingati Hari Pahlawan 10 Nopember 2016 dengan jarak tempuh 56 Km.

Pada tahun ini, ada perubahan rute. Kalau tahun kemarin start di aloon-aloon Kota Mojokerto, tahun ini start, dipindah ke lapangan Raden Wijaya Surodinawan Kecamatan Prajurit Kulon Kota Mojokerto. Seperti biasa, diberangkatkan Gubernur Jawa Timur Sukarwo, serta Forpimda Mojokerto.

Rute yang ditempuh dari Lapangan Raden Wijaya Surodinawan Kecamatan Prajurit Kulon Kota Mojokerto – Jalan Brawijaya – jalan Wachid Hasyim – jalan Bhayangkara – Jalan Gajahmada – Jalan raya Mlirip – jalur utama Mojokerto Surabaya – Pasar Krian (pos I ) – Trosobo – Kletek – Sepanjang ( pos 2) – Karangpilang – Jalan Gunungsari – Terminal Joyoboyo – Jalan Diponegoro – Pasar Kembang – Kedungdoro – Blauran – Bubutan – Jalan Pahlawan – dan finish Tugu Pahlawan Surabaya.

Jumlah peserta gerak jalan perjuangan tahun 2016 ini, peserta beregu umum sebanyak 555 peserta, beregu pelajar 40 peserta, TNI / Polri 21 peserta. Jumlah peserta perorangan putra 2500 orang, beregu putri sebanyak 180 orang. Selain itu gerak jalan Mojosuro ini juga, di warnai dengan sepeda onthel perjuangan sebanyak 7000 peserta dari berbagai club di Indonesia seperti, jatim, Jateng, Jabar, DKI, Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi.


Gerak jalan perjuangan Mojosuro merupakan cikal bakal gerak jalan perjuangan Pandaan – Surabaya yang dilaksanakan pada tahun 1955-1958. Kemudian rute diganti, Mojokerto – Surabaya pada tahun 1959 hingga sekarang. Serta pernah vakum 20 tahun. Kemudian dilaksanakan kembali pada tahun 2006 hingga sekarang.

Dalam sejarahnya gerak jalan perjuangan Mojosuro untuk mengenang perjuangan pergerakan benteng pertahanan sektor barat, ketika Surabaya dikuasai oleh Inggris. Seperti diketahui, benteng sektor barat dijaga para gerilyawan Batalyon Laskar Hisbulloh, Tentara Pelajar, Polisi Istimewa, Batlyon Mansyur, Batalyon Solikin, Batalyon Munasir dan Batalyon Djarot Subiantoro yang sosoknya dikenal dengan menunggang kuda Mayangkara di jalan Wonokromo.

Gerak jalan Mojosuro ini melibatkan 2603 personil keamanan dari TNI/Polri serta dari instansi terkait, 200 orang tenaga kesehatan dan 24 unit ambulance. Serta merebutkan hadiah total Rp. 118.5 juta.

Dikatakan Gubernur Jatim Sukarwo, gerak jalan Perjuangan Mojosuro ini, tepat dengan moment Hari Pahlawan 10 Nopember 2016. Serta mempunyai makna yang dalam, guna mengenang jasa para pejuang yang mempertahankan NKRI dari penjajahan Inggris yang diboncengi NICA. Untuk mengisi kemerdekaan saat ini, sebagai generasi bangsa dengan melanjutkan pembangunan di segala lini, baik meningkatkan sumber daya manusia dan mengolah sumber daya alam untuk kemakmuran rakyat,’’tuturnya.

Gerak jalan Perjuangan Mojosuro menarik animo masyarakat luas, sehingga disepanjang jalan yang dilalui para peserta gerak jalan perjuangan ini, penonton memberikan semangat dan memberikan air minum gratis. Animo masyarakat terhadap gerak jalan perjuangan ini, disebabkan pesertanya selain menggunakan seragam perjuangan juga unik dan menarik. (wib/uyo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here