Korban kecelakaan akibat rem blong di jalur wisata Pacet-Cangar masih tinggi Kepolisian Mojokerto pun mendesak Pemprov Jatim untuk segera menganggarkan pembangunan jalur khusus itu

IM.com – Korban kecelakaan akibat rem blong di jalur wisata Pacet-Cangar terus berjatuhan. Jalur penyelemat dinilai sebagai solusi strategis untuk mengatasi persoalan tersebut. Polisi pun mendesak Pemprov Jatim untuk segera menganggarkan pembangunan jalur khusus itu.

Kasat Lantas Polres Mojokerto AKP Wikha Ardilestanto mengatakan, kebutuhan jalur penyelamat kian mendesak. Pasalnya, pada hari libur, rata-rata terjadi 3-4 kecelakaan tunggal akibat rem blong di jalur wisata Pacet (Mojokerto)-Cangar (Batu).”Jalur penyelamat sangat dibutuhkan dan sangat mendesak. Karena sudah tak terhitung kecelakaan di jalur tersebut, khususnya pengguna kendaraan matic,” kata Wikha kepada wartawan, Senin (31/7/2017).

Wikha menjelaskan, di sepanjang jalur wisata Pacet-Cangar, terdapat tiga titik rawan kecelakaan akibat rem blong. Diantaranya, turunan AMD-Pacet, turunan Kemiri-Pacet dan turunan Gotekan-Pacet.

Kendaraan wisatawan yang turun dari arah Cangar, rawan mengalami rem blong lantaran kontur turunan yang sangat curam. Pengereman yang dilakukan terus menerus, membuat rem terbakar sehingga kendaraan hilang kendali saat meluncur deras.
“Kalau kendaraan non matic kami sebar banyak imbauan agar memakai gigi satu saat di turunan curam. Untuk matic, solusinya ya harus dibuat jalur penyelamat,” ujarnya.


Jalur penyelamat tersebut, lanjut Wikha, akan memanfaatkan tebing di tiga turunan curam rawan laka. Pada tebing itu nantinya dibuat jalan menanjak dengan panjang dan ketinggian tertentu. Jalur khusus itu untuk mengalihkan kendaraan wisatawan yang mengalami rem blong sehingga otomatis memperlambat laju kendaraan.

“Karena jalur Pacet-Cangar milik Pemprov Jatim, maka kewenangan untuk membangun jalur penyelamat di tangan mereka. Nanti mereka yang mengkaji ketinggian dan panjang jalur penyelamat,” terangnya.

Untuk mempercepat realisasi jalur penyelamat, tambah Wikha, pihaknya telah memaparkan konsep tersebut di Forum Lalu Lintas 18 Juli 2017. Rapat tersebut diantaranya melibatkan UPT LLAJ Dishub Jatim, UPT Dinas PU Bina Marga Jatim, Dinas PU Bina Marga, Dinas PU Cipta Karya, Dina Lingkungan Hidup, Disparpora, Disperindag dan Dinas Perizinan Mojokerto, BBPJN V dan Perhutan. “Harapan kami secepatnya bisa dianggarkan oleh Pemprov Jatim agar segera dibangun,” tegasnya.

Dikonfirmasi terpisah Kasi Dalops UPT LLAJ Mojokerto Dishub Jatim Yoyok Kristyowahono menyatakan dukungannya terhadap rencana pembangunan jalur penyelamat di jalur wisat Pacet-Cangar. Usulan itu telah dia sampaikan secara tertulis ke Dinas PU Bina Marga Jatim agar segera dianggarkan dan dibangun.

Menurut dia, Perhutani sebagai pemilik lahan juga menyetujui rencana tersebut. “Surat sudah meluncur seminggu yang lalu ke Dinas PU Bina Marga Jatim, saya tembuskan juga ke Dishub Jatim. Saat ini kami menunggu jawaban dari Dinas PU, sampai saat ini belum ada jawaban,” tandasnya. (kus/uyo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here