Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat pelaksanaan Pemantauan Jumat Berseri dan PSN Terintegrasi 60 Menit di Lingkungan Sabuk Alu 3, Kelurahan Prajurit Kulon, Kecamatan Prajurit Kulon, Jumat (22/2/2019)

IM.com – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, mengajak masyarakat menggiatkan bank sampah untuk mencegah wabah demam berdarah yang sempat mewabah di Kota Mojokerto dan sejumlah daerah lain beberapa pekan lalu. Terlebih di musim penghujan ini, tempat pembuangan sampah kerap menjadi sarang penyakit dan mengundang wabah. Walikota

Himbauan itu disampaikan Walikota Mojokerto dalam kegiatan Pemantauan Jumat Berseri dan PSN Terintegrasi 60 Menit di Lingkungan Sabuk Alu 3, Kelurahan Prajurit Kulon, Kecamatan Prajurit Kulon, pada Jumat (22/2/2019).

Dalam kegiatan itu, walikota didampingi Wakil Wali Kota Mojokerto Achmad Rizal Zakaria dan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Mojokerto Nur Chasanah Achmad Rizal serta segenap Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Mojokerto.

Walikota memaparkan, tahun ini angka penderita DBD cukup banyak dibanding tahun sebelumnya. Dengan kondisi seperti itu, ia meminta masyarakat bertambah giat membersihkan dan menjaga lingkungannya masing-masing.


“Semakin banyak bank sampah di Kota Mojokerto menunjukkan pola hidup bersih masyarakat. Ini tentu sangat baik,” katanya.

Karena itu, Wali Kota berharap di setiap lingkungan, satu RW ada satu bank sampah. Pihaknya juga akan menggelar lomba pegiat bank sampah guna
mendorong masyarakat lebih termotivasi untuk menjaga kebersihan lingkungannya.

“Ini bisa mendorong masyarakat untuk mengelola sampah di lingkungannya agar semakin bersih dan sehat,” ujarnya.

Ia pun menjelaskan alasan kenapa pihaknya tidak melakukan fogging di Kota Mojokerto. Menurutnya, fogging (penyemprotan menggunakan pestisida) bukanlah solusi jitu untuk menangani demam berdarah.

“Jadi kalau banyak masyarakat yang menginginkan fogging, sebenarnya sudah sering kali disampaikan kalau fogging tidak mematikan jentiknya, karna jentik yang ada dalam air akan tetap hidup,” jelas Ning Ita.

Selain itu, lanjutnya, fogging juga membawa dampak buruk yakni menyebabkan gangguan pernafasan. Serta meninggalkan bekas obat yang menempel di bagian-bagian rumah seusai fogging.

“Justru akan berbahaya kalau kalau rumah tidak dibersihkan dengan benar secara rutin setelah fogging,” paparnya. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here