Bulog Kesulitan Serap Gabah Petani Ini Penyebabnya
Bulog kesulitan menyerap gabah petani karena adanya perbedaan harga antara Bulog dengan tengkulak menjadi topik bahasan kunjungan Mabes di Korem 082

IM.com – Tim serapan gabah petani (Sergap) markas besar TNI Angkatan Darat mengunjungi Makorem 082/CPYJ Senin (04/-3-2019).

Kedatangan Tim Sergap yang  dipimpin Kolonel Arm Purbo Prastowo disambut Komandan Korem (Danrem), Kolonel Arm Ruly Chandrayadi, S.H dan Mayor Arm Sapei, Kasiter Korem.

Selanjutnya Tim menuju ruang rapat Makorem untuk berdiskusi dengan Kepala Dinas pertanian (Kadistan) Kabupaten dan Kota sewilayah kerja Korem 082/CPYJ, Bulog dan  Perwira seksi teritorial (Pasiter) Kodim jajaran Korem 082/CPYJ.

Kolonel Ruly menjelaskan maksud  kedatangan tim sergap ini adalah dalam rangka percepatan penyerapan gabah petani di wilayah Jawa Timur khususnya wilayah Korem 082/CPYJ yang menjadi sentra produksi padi, sehingga target sergap 65.912 ton dapat tercapai.


Dalam diskusi target sergap antara tim dengan undangan, memang masih adanya kendala yang dihadapi di lapangan. Yakni  perbedaan harga antara Bulog dengan tengkulak yang datang langsung kepada para petani.

Seperti yang disampaikan Ir. Ahcmad Jupari, M,Si, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro, adanya perbedaan harga penjualan petani (HPP) yang  diberikan Bulog  ini menjadikan serapan gabah ke Bulog ini sangat sulit dapat terpenuhi, disamping adanya perbedaan harga juga para tengkulak membeli tunai di lokasi.

Dari kendala dilapangan tersebut, maka tim sergap meminta kepada mitra Gapoktan, Bulog, Distan dan Kodim untuk bersinergi mencari solusi sehingga panen dapat diserap 5 hingga 10 persenya untuk memenuhi target sergap periode Januari sampai Maret 2019 dengan jumlah 279.851 ton untuk wilayah Jawa Timur. (penrem 082)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here