Para pendaki membawa bendera merah putih yang terbentang sepanjang 200 meter ke puncak Gunung Penanggungan pada peringatan HUT RI ke-74, Sabtu (17/8/2019).

IM.com – Puncak perayaan HUT RI ke-74 di Gunung Penanggungan, Trawas, Mojokerto diwarnai beberapa musibah yang dialami para pendaki. Puluhan pendaki terpaksa ditandu turun gunung karena mengalami sesak nafas, beberapa lainnya terkilir dan tersiram air panas.

Puluhan pendaki mengalami sesak nafas dan kaki terkilir diduga akibat kelelahan.

“Puluhan pendaki yang dievakuasi ada yang menuju puncak, sampai perjalanan turun usai upacara. Rata-rata para pendaki mengalami sesak nafas, terkilir dan ada yang tersiram air panas. Yang terakhir ada dua pendaki perempuan tersiram air panas hingga kakinya melepuh dan kakinya terkilir,” kata Kordinator SAR Penanggungan, Nur Aini, Sabtu (17/8/2019).

Beruntung, tidak ada pendaki yang sakit atau mengalami cidera serius. Sehingga tidak sampai dilarikan ke rumah sakit atau puskesmas.


“Mereka ditandu dan dirawat para relawan. Tim relawan sudah disiagakan di masing-masing pos,” jelas pria yang akrab disapa Cak Rul.

Menurutnya, para relawan dari berbagai organisasi sudah siaga di setiap pos jelang peringatan HUT RI di Gunung Pawitra ini. Antara lain dari LMDH, SAR Penanggungan bersama sama dengan tenaga relawan lain, seperti LPBI-NU, Welirang comunity, PMI, Banser dan juga komuntas lain.

“Proses evakuasi para pendaki dengan menggunakan mengunakan secara estafet dari di setiap pos,” ujarnya.

Upacara peringatan HUT RI, 17 Agustus di Puncak Gunung Penanggungan sudah menjadi tradisi para pendaki. Demikian pula pada peringatan HUT ke-74 kali ini, Sabtu (17/8/2019), sekitar 4.000 pendaki menyemarakkan HUT dan upacara dengan membentangkan bendara merah putih berukuran 200 meter di puncak gunung ketinggian 1.653 mdpl (meter di atas permukaan laut).

Ketua Umum Team Stress Adventure Indonesia, Anam Budi Prasetyo, menyatakan, upacara bendera untuk memperingati HUT Kemerdekaan tahun ini merupakan yang kelima kalinya digelar Team Stress Adventure Indonesia, bersama komunitas lain. Tujuannya tidak lain untuk menanamkan jiwa nasionalisme kepada para pendaki.

Anam mengatakan, pada upacara bendera kali ini diikuti sekitar 4.000 ribu pendaki dan berbagai komunitas seluruh Indonesia. Ia menambahkan, ada dua upacara bendera di gelar di Gunung Penganggungan kali ini.

“Dua ribu orang di puncak Bayangan. Dan dua ribu pendaki lain upacara di puncak Pawitra,” kata Anam. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here