Ikfina Mustofa Kamal Pasa (tengah kerudung kuning) dijagokan Garda Bangsa PKB Kabupaten Mojokerto sebagai bakal cabup pada Pilkada serentak 2020.

IM.com – Garda Bangsa Kabupaten Mojokerto mulai terang-terangan menyuarakan dukungan kepada bakal calon bupati perempuan pada Pilkada serentak 2020.

Namun bukan Ayni Zuroh yang mendapat suara dari organisasi sayap Partai Kebangkitan Bangsa tersebut, melainkan Ikfina Mustofa Kamal Pasa, istri mantan Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa.  

Dukungan Garda Bangsa selaku organisasi sayap PKB kepada Ikfina ini cukup mengejutkan. Mengingat partai berlogo bintang mengitari bumi itu memiliki tokoh perempuan yang sudah lebih dulu mencuat dalam bursa kandidat bupati yang tak lain adalah Ketua PKB Kabupaten Mojokerto Ayni Zuroh.

“Tetap Bu Ikfina Mustofa Kamal Pasa orangnya (kandidat yang dijagokan),” kata Ketua DKC Garda Bangsa Kabupaten Mojokerto Hadi Fatkhur Rohman.


Sayangnya, Hadi tak menyebutkan alasan lebih memilih Ikfina ketimbang Ayni atau kader PKB lainnya. Ia hanya menyebutkan, Ikfina layak didukung sebagai calon bupati mewakili kaum perempuan.

“Perempuan memimpin, mengapa tidak,” ujarnya kepada wartawan.

Lebih lanjut, Hadi juga hanya menyinggung Ayni Zuroh sebagai representasi kaum perempuan yang menjelma sebagai kekuatan baru di kancah politik. Ayni sebagai Ketua PKB dan DPRD Kabupaten Mojokerto.

“Di Kabupaten Mojokerto, ada beberapa nama tokoh perempuan yang berpengaruh di masyarakat. Bahkan ada yang menjadi ketua partai dan DPRD,” cetus Hadi menyinggung Ayni Zuroh sebagai Ketua PKB dan DPRD Kabupaten Mojokerto.

Menurut Hadi, kaum perempuan kini menjelma menjadi kekuatan yang patut diperhitungkan dalam kancah politik, khususnya di Jatim sejak Khofifah Indar Parawansa terpilih sebagai Gubernur pada Pilkada 2018 lalu. Kaum perempuan dalam panggung politik semakin populer dengan sebutan The Power of Emak-Emak ketika Pilpres 2019 lalu.

“Karena itu, Kabupaten Mojokerto mestinya juga harus melengkapi suara ‘The Power of Emak-emak’ yang disandang Jawa Timur. Saatnya kaum perempuan diberi kesempatan tampil sebagai memimpin,” tandas Anggota Fraksi PKB DPRD Kabupaten Mojokerto ini.

Politisi yang akrab disapa Mas Hadi itu merasa amanat undang-undang yang sudah membuka seluasnya kepada perempuan di panggung politik politik merupakan kesempatan emas bagi kaum hawa. Hal itu sekaligus menepiskan diskriminasi gender dalam iklim demokrasi di Mojokerto.

Hadi menjelaskan, pemimpin dari kalangan perempuan patut dipertimbangkan mengingat sosoknya yang keibuan dan multidinamis. Menurutnya, kelebihan seorang perempuan dibanding laki-laki adalah ada pada dua hal itu.  

“Tantangan ke depan sangat kompleks, tidak hanya satu dua tentang pembangunan fisik yang nampak, tapi juga moral, karakter, akhlak masyarakat kita, dan hal itu semua dalam bingkai pembangunan sumber daya manusia,” tutur Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Mojokerto ini. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here