Rapat paripurna DPRD Kabupaten Mojokerto dengan agenda penyampaian jawaban Bupati Ikfina Fahmawati atas Pandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Raperda APBD tahun 2024.

IM.com – Sejumlah Fraksi DPRD Kabupaten Mojokerto meminta Pemkab lebih cermat dalam menggunakan dana transfer ke daerah dan insentif fiskal pada APBD tahun 2024. Penggunaan anggaran dari pemerintah pusat itu harus diprioritaskan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati menanggapi pandangan umum terkait penyesuaian dana transfer pemerintah pusat yang disampaikan Fraksi PKB, Fraksi PDIP dan Fraksi PKS. Ia menjelaskan hal tersebut terkait dengan terbitnya surat Kemenkeu Nomor S-128/PK/2023 perihal penyampaian rincian alokasi Dana Transfer ke Daerah tahun 2024 pada tanggal 21 september 2023.

Maka, Pemkab Mojokerto akan melakukan revisi perubahan RAPBD tahun 2024 terkait dengan dana transfer pemerintah pusat. Serta pendapatan dari dana bagi hasil provinsi akan disesuaikan sebagaimana target pendapatan tahun 2023 sesuai dengan Surat Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor : 188/520/kpts/2023 tanggal 13 Oktober 2023.

“Dan selanjutnya penyesuaian perangkaan dimaksud, akan disampaikan revisi perubahannya kepada DPRD yang saat ini penyesuaian perangkaan tersebut masih dalam proses finalisasi oleh TAPD,” kata Ikfina.

Baca: Bupati Mojokerto Ikfina Paparkan Target Penerimaan Pajak dan PAD Tahun 2024 di Rapat Paripurna DPRD

Selanjutnya, Ikfina menanggapi pertanyaan dari Fraksi PKB, Demokrat dan PAPI tentang penggunaan dana insentif fiskal beserta peningkatan perolehan di tahun selanjutnya. Ia menyampaikan rencana aksi/strategi khususnya pada kategori kesejahteraan masyarakat.

Antara lain dengan cara meningkatkan capaian indikator insentif fiskal melalui sejumlah upaya. Yakni tagging anggaran yang mendukung kemiskinan dan stunting, peningkatkan capaian keluarga berisiko stunting yang didampingi.

Ikfina menjelaskan, hal tersebut  dapat dicapai dengan cara meningkatkan capaian indikator insentif fiskal melalui sejumlah upaya. Antara lain, tagging anggaran yang mendukung kemiskinan dan stunting, peningkataan capaian keluarga berisiko stunting yang didampingi, peningkatan capaian entrian data calon pengantin yang siap menikah pada aplikasi elsimil.

“Selain itu, peningkatan capaian imunisasi dasar lengkap, peningkatan persentase desa berkinerja baik serta peningkatan kepadanan data bantuan untuk program pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem,” jelasnya.

1
2

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini