Santri Ponpes At Tahdzib menuju ruang kelas untuk ngaji kitab di bulan Ramdhan. Kamis (14/3/2024)./Karimatul Maslahah/

IM.com – Ramadhan, waktu yang ditunggu-tunggu umat Islam. Tidak terkecuali kalangan santri Pondok Pesantren (Ponpes) At Tahdzib Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Pesantren yang didirikan Romo KH Insan Mahin tahun 1964, menjadi salah satu di antara sekian banyak ponpes di Jombang yang masih menjaga nilai tradisi khas salaf.

“Mengaji kitab kuning merupakan tradisi rutin kita lakukan, terutama saat bulan Ramadhan,” ujar Pengasuh Ponpes At Tahdzib, KH. Ahmad Masruh. Kamis (14/3/2024).

Meski, secara kurikulum ponpes itu telah beradaptasi dengan perubahan zaman namun, adanya program kitab yang lebih dulu ada membuat suasana sejuk terasa ketika para santri membawa kitab.

“Yang dikaji sudah terjadwal, di bulan Ramadhan ini ada banyak yang kita pelajari, diantaranya kitab Al Jurumiyah dan Safinatun Najah,” jelasnya.

Semua santri berjalan menuju kelas dengan tertib, meski tak berseragam mereka terlihat rapi memakai baju khas muslim lengkap dengan kopyahnya.

“Sama hal nya dengan santriwati, hanya saja lokasinya berbeda,” ungkapnya.

Para santri dengan khusuk mengikuti kajian kitab kuning. Saat ustadz memberi penjelasan, mereka pun menyimak dan menyalin apa yang sedang diajarkan.

Melihat hal itu, Ia berharap semua santri dan santriwati memiliki ilmu yang barokah serta bermanfaat. (ima)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini