Guru Mojokerto mengikuti Temu Pendidik Daerah (TPD) #82 KGBN dengan pelatihan menulis praktik baik menggunakan model ATAP di Kantor Bupati Mojokerto
Hampir 50 guru dari berbagai jenjang pendidikan di Mojokerto berkumpul dalam Temu Pendidik Daerah (TPD) #82 yang digelar Komunitas Guru Belajar Nusantara (KGBN), Sabtu (2/5/2026).

inilahmojokerto.com – Hampir 50 guru dari berbagai jenjang pendidikan di Mojokerto berkumpul dalam Temu Pendidik Daerah (TPD) #82 yang digelar Komunitas Guru Belajar Nusantara (KGBN), Sabtu (2/5/2026). Mengusung tema “Menulis Praktik Baik dengan Model ATAP”, forum ini tak sekadar berbagi teori—para guru langsung praktik menulis pengalaman mengajar mereka agar bisa berdampak lebih luas dan menginspirasi sesama pendidik.

Kegiatan berlangsung di ruang rapat asisten Kantor Bupati Mojokerto dan menjadi bagian dari gerakan kolaboratif guru untuk saling belajar, berbagi pengalaman, serta menemukan solusi nyata atas tantangan pembelajaran di kelas.

TPD sendiri merupakan agenda rutin KGBN Mojokerto dalam meningkatkan kompetensi guru berbasis komunitas. Forum ini terus mendorong lahirnya budaya refleksi dan publikasi praktik baik di kalangan pendidik.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Amsar Azhari Siregar, S.H., M.M., yang hadir langsung bersama jajaran pengawas sekolah.

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa guru tidak hanya bertugas mengajar, tetapi juga harus mampu mendokumentasikan dan membagikan praktik baik yang telah dilakukan.

“Guru tidak hanya mengajar, tetapi juga harus mampu merefleksikan dan membagikan praktik baiknya. Dengan begitu, inovasi pembelajaran bisa berkembang dan memberi dampak lebih luas,” ujarnya.

TPD #82 menghadirkan tiga narasumber berpengalaman, yaitu Umi Hasanah, M.Pd. (SMAN 2 Mojokerto), Kasiadi, S.Ag., S.Pd., M.Pd. (SMAN 1 Ngoro), dan Uun Widyawati, M.Pd. (SMPN 2 Jatirejo).

Mereka membagikan teknik menulis praktik baik menggunakan model ATAP (Awal–Tantangan–Aksi–Pembelajaran), sebuah pendekatan yang membantu guru menyusun pengalaman mengajar secara sistematis, reflektif, dan mudah dipahami.

Model ini dinilai efektif karena tidak hanya mendorong inovasi, tetapi juga memastikan pengalaman tersebut terdokumentasi dengan baik sehingga dapat direplikasi oleh guru lain.

Selama kegiatan, peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga langsung mempraktikkan penulisan berdasarkan pengalaman masing-masing. Diskusi berlangsung aktif dipandu fasilitator Eko Rini Rahayu, S.Pd.

Para peserta terlihat antusias, saling bertukar ide, memberi umpan balik, hingga merefleksikan proses pembelajaran yang telah mereka lakukan di kelas.

Salah satu peserta mengaku kegiatan ini membuka wawasan baru dalam menulis praktik baik.

“Selama ini kami sering berinovasi di kelas, tapi belum terbiasa menuliskannya. Dengan model ATAP, jadi lebih terarah dan sistematis,” ungkapnya.

KGBN Mojokerto berharap kegiatan ini mampu mendorong lebih banyak guru untuk mendokumentasikan praktik baik mereka. Dengan begitu, inovasi pembelajaran tidak berhenti di ruang kelas, tetapi menyebar luas dan memberi manfaat bagi dunia pendidikan.

Melalui TPD #82, semangat Hari Pendidikan Nasional 2026 turut digaungkan—menjadikan guru sebagai pembelajar sepanjang hayat yang adaptif, inovatif, dan berkontribusi aktif dalam memajukan pendidikan Indonesia. (uyo)

27

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini