
inilahmojokerto.com – Polres Mojokerto Kota menyiapkan pos pelayanan kewaspadaan bencana alam untuk mengantisipasi potensi banjir dan cuaca ekstrem selama musim hujan 2026–2027.
Kesiapan tersebut ditandai dengan apel siaga penanggulangan bencana yang digelar di Lapangan Patih Gajah Mada, Mapolres Mojokerto Kota, Rabu (4/11/2026) sore. Kegiatan ini melibatkan TNI, BPBD, Dishub, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, serta relawan.
Kapolres Mojokerto Kota AKBP Dody Munandar yang bertindak sebagai inspektur apel menegaskan, kesiapsiagaan lintas instansi diperlukan untuk mempercepat penanganan dan meminimalkan korban ketika bencana terjadi.
Ia menyebutkan, sepanjang 2026 tercatat 672 kejadian bencana alam di berbagai wilayah Jawa Timur. Di antaranya 41 kejadian banjir, 57 tanah longsor, dan 140 angin puting beliung.
Dampaknya, 28 orang meninggal dunia, 55 orang mengalami luka-luka, serta kerugian materiil mencapai Rp7,52 miliar.
Menurut Dody, potensi cuaca ekstrem perlu diantisipasi menyusul prediksi BMKG bahwa musim hujan 2026–2027 diperkirakan datang lebih lambat dari kondisi normal.
“Negara harus hadir memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat. Kita harus mampu menanggulangi dan meminimalkan dampak yang diakibatkan bencana alam. Kesiapsiagaan merupakan tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Dody meminta seluruh instansi memperkuat koordinasi dan komunikasi agar informasi mengenai wilayah terdampak dapat segera ditindaklanjuti. Kesiapan personel, peralatan, serta sarana dan prasarana evakuasi juga harus dipastikan sebelum terjadi keadaan darurat.
Melalui apel siaga tersebut, Polres Mojokerto Kota bersama pemerintah daerah, TNI, dan unsur terkait memperkuat kesiapan penanganan bencana agar pelayanan, evakuasi, dan perlindungan masyarakat dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.










































