Forkpopimda Kabupaten Mojokerto menggelar Apel Pasukan Siaga Bencana di Lapangan Mapolres Mojokeeto, Senin (25/10/2021).

IM.com – Polres Mojokerto dan jajaran Forkopimda menggelar Apel Pasukan Antisipasi Bencana Alam Tahun 2021 di halaman Mapolres Mojokerto, Senin (25/10/2021). Dalam kegiatan ini, personel kepolisian mensimulasikan cara penanggulangan bencana seperti  kebakaran dan banjir bandang.

Apel dipimpin langsung oleh Kapolres Mojokerto AKBP Apip Ginanjar bersama Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati dan Dandim 0815 Mojokerto Letkol Inf Beni Asman. Turut hadir dalam kegiatan, Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto Ayni Zuroh, Danyonif Para Raider 503/Mayangkara Letkol Inf Roliyanto. Hadir pula Kajari Kabupaten Mojokerto Gaos Wicaksono, Ketua Pengadilan Negeri Kabupaten Mojokerto Sutrisno, Wakapolres Mojokerto Kompol Ridho Tri Putranto, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto Lutfi Ariyono, Kepala DPRKP2 Kabupaten Mojokerto Edy Taufiq, Kasatpol PP Kabupaten Mojokerto Nurhono, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto dr Sujatmiko.

Kapolres Mojokerto AKBP Apip Ginanjar mengatakan, Polsi bersama TNI serta para pihak terkait, menyatakan siap melakukan berbagai upaya pencegahan resiko terjadinya bencana. Termasuk proses penanganan dan evakuasi korban.

“Kami akan lakukan pendekatan dan mengedukasi masyarakat, bahwa bencana dapat terjadi kapan saja. Namun sebagai antisipasi faktor resiko dampak bencana, dapat diminimalisir dengan menjaga lingkungan sekitar. Seperti membersihkan sampah di aliran sungai, tidak membuang sampah sembarangan, menjaga kesehatan, merapikan pohon besar, dan sebagainya,” jelasnya.


Tidak hanya kesiapsiagaan para personel yang terlibat dalam penanganan, jajaran Forkopimda Mojokerto juga mengecek kesiapan peralatan dan kendaraan bermotor siaga bencana. Kapolres mengimbau seluruh personelnya untuk aktif melakukan koordinasi dan komunikasi dengan instansi terkait akan adanya perubahan cuaca serta kondisi yang terjadi di setiap wilayah Kabupaten Mojokerto.

Pada Minggu (24/10/2021), angin puting beliung di Perumahan Jetis, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto memporak-porandakan 44 rumah, dengan rincian 18 unit mengalami rusak berat, 8 rusak sedang, dan 18 rumah rusak ringan. Selain 44 rumah rusak, ada dua orang terluka akibat tertimpa reruntuhan atap rumah.

Bupati Mojokerto Ikfina Fatmawati berpesan agar peserta apel selalu siaga karena bencana dapat terjadi sewaktu-waktu. Melalui kesempatan ini, jajaran Forkopimda mensinergikan kesiapan dalam penanganan bila bencana terjadi bencana alam maupun non alam.

“Selain memperhatikan faktor evakuasi korban bencana, juga harus mengedepankan faktor protokol kesehatan agar tidak bertambahnya penyebaran Covid-19. Karena patut kita syukuri di Kabupaten Mojokerto Covid-19 semakin menurun, inilah yang harus terus dijaga,” pesan Bupati Mojokerto.

Bencana alam hidrometeorologi mulai melanda di beberapa wilayah lain Tanah Air. Dari BMKG Kabupaten Mojokerto, perkiraan musim hujan terjadi pada November 2021 dan puncaknya Januari hingga Februari 2022. Melihat besarnya ancaman bencana hidrometeorologi, maka diperlukan meningkatkan kewaspadaan semua pihak.

“Untuk fokus pemetaan, bencana longsor banyak tercatat di wilayah Pacet dan Trawas. Kalau banjir wilayah aliran sungai, kita siap siaga khususnya Sooko, Mojoanyar dan Dawarlandong. Sedangkan untuk banjir yang sifatnya berkaitan dengan sistem irigasi, kita petakan ada di wilayah Mojosari dan Pungging,” terang bupati.

Sesuai amanat Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa yang dibacakan oleh Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati disampaikan bahwa, Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Mojokerto harus meningkatkan kewaspadaan akan bencana alam. Terutama bagi para satuan tugas (satgas) khusus penanggulangan bencana agar siap siaga segala kemungkinan terjadinya bencana alam.

“Kita perlu meningkatkan kewaspadaan terlebih saat ini akan memasuki musim penghujan dan untuk mengantisipasi hal tersebut, pemerintah daerah diharapkan siap siaga dalam memberi bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana. Jaga kesehatan dan tetap pedomani protokol kesehatan dalam pelaksanaan tugas, agar para anggota yang bertugas di lapangan dapat menjalankan tugas secara optimal,” tegas Ikfina. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here