Komitmen Pemkab Mojokerto dalam menekan angka anak tidak sekolah mendapat apresiasi nasional melalui Anugerah Adhiwidya PNFI Indonesia 2026.

inilahmojokerto.com – Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra meraih Anugerah Adhiwidya Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI) Indonesia 2026 kategori Pelopor Penuntasan Anak Tidak Sekolah (ATS)/Anak Putus Sekolah (APS). Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas komitmen Pemkab Mojokerto dalam memperluas akses pendidikan dan mendorong penuntasan anak tidak sekolah.

Penghargaan dari DPP Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (FK PKBM) Indonesia tersebut diterima melalui Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Amsar Azhari Siregar, dalam Seminar Nasional dan Munas VI FK PKBM Indonesia 2026 di Graha Sawung Galing, Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Jumat (6/11/2026).

Penyerahan penghargaan disaksikan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal, Gogot Suharwoto.

Dalam kesempatan tersebut, Gogot menegaskan pentingnya pendidikan nonformal melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) untuk menjangkau anak-anak yang belum memperoleh akses pendidikan formal. Saat ini, lebih dari 3 juta anak usia sekolah di Indonesia masih tidak bersekolah akibat berbagai faktor, mulai dari kondisi ekonomi, jarak, hingga persoalan keluarga.

Menurutnya, pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C memiliki kedudukan setara dengan pendidikan formal. Lulusan pendidikan kesetaraan juga memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi tanpa diskriminasi.

“Pemerintah tidak bisa membedakannya,” tegas Gogot.

Selain penanganan anak tidak sekolah, Kemendikdasmen juga mendorong peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini melalui Program Indonesia Pintar (PIP), rehabilitasi lembaga PAUD, serta digitalisasi pembelajaran.

Pada 2026, pemerintah menyalurkan PIP kepada 880 ribu peserta didik TK dan menargetkan rehabilitasi 18.000 lembaga PAUD untuk meningkatkan kualitas sarana pendidikan yang aman dan nyaman.

Seminar Nasional dan Munas VI FK PKBM Indonesia 2026 berlangsung pada 6–8 November di Unesa dengan tema penguatan transformasi FK PKBM menuju pendidikan nonformal yang berkualitas, inovatif, berdaya saing, unggul, dan berkelanjutan.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 713 peserta dari 32 DPW FK PKBM seluruh Indonesia. Anugerah Adhiwidya PNFI Indonesia 2026 turut diberikan kepada sejumlah kepala daerah, pimpinan perguruan tinggi, dan kepala dinas atas kontribusi mereka dalam pengembangan pendidikan nonformal dan informal.

17

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini