
inilahmojokerto.com – Salam sayangku padamu, cucu-cucuku, putra-putriku, saudara-saudaraku. Kemarilah, malam telah tiba dan kegelapan telah menjelang. Dapatkah kita berjalan di atas jalan ini? Dengarkanlah semua gonggongan itu! Apakah engkau tahu, dari manakah itu semua berasal?
Banyak orang yang tinggal di daerah ini mempunyai anjing penjaga. Anjing menggonggong bersaut-sautan dari satu rumah ke rumah lain, begitu seterusnya. Satu anjing menggonggong setelah yang lain, mereka menggonggong kepada seseorang yang berjalan di sepanjang jalan, tidak peduli orang baik atau jahat, manusia atau setan. Mereka menggonggong pada setiap makhluk yang lewat.
Orang-orang memelihara anjing di rumah untuk menjaga mereka, tapi apa yang sesungguhnya mereka lakukan? Mereka makan dan membuat suara ribut siang dan malam. Tidak ada waktu bagi mereka untuk diam.
Ada bermacam-macam anjing, dan mereka mempunyai suara yang berbeda-beda.
Anjing-anjing besar berteriak, “Guk, guk!” Anjing berukuran sedang menggonggong, “Huk, huk!” dan yang kecil menjerit, “Yip! Yip!” Apakah mereka kecil atau besar, anak anjing atau anjing tua, gonggongan mereka tak pernah membiarkan orang untuk beristirahat.
Dan sekalipun anjing-anjing itu dipelihara dengan benar, mereka masih menggigit orang asing dan bahkan tuannya. Tuhan menciptakan anjing, tapi mereka tidak mempunyai kemampuan untuk mengetahui yang benar dan salah.
Anjing memang seperti ini. Dengarlah mereka sedang menggonggong dan menggonggong saat kita lewat!
Kasihku padamu, cucu-cucuku. Ini bukanlah hal yang mengherankan bahwa anjing-anjing itu menggonggong, karena setiap ciptaan mempunyai bermacam-macam suara. Dan tidaklah mengherankan bahwa orang memelihara anjing di rumah mereka.
Hal yang mengherankan adalah bahwa manusia juga memelihara anjing dalam diri mereka sendiri. Seperti orang memelihara anjing penjaga mereka dengan hati-hati, manusia dengan penuh kasih memelihara anjing-anjing yang menggonggong dalam pikirannya.
Dia menciumnya dan memberikan semua yang diingingkan si anjing. Selama dia memberi makan pada anjing-anjing tersebut, mereka akan mengelilinginya, mengganggunya, dan tidak pernah membiarkan dirimu menyelesaikan pekerjaannya.
Mereka tidak akan membiarkannya tidur atau merasakan kedamaian. Sekitar sembilan puluh lima persen orang memelihara anjing dalam diri mereka. Sangat sedikitlah orang yang tidak memelihara anjing ini.
Cucu-cucuku, anjing yang engkau pelihara anjing dalam kandang dirimu adalah anjing pikiran dan nafsu. Kewajibannya adalah untuk menggonggong dan menggeram. Jika engkau memberinya sesuatu dan kemudian mencoba untuk mengambilnya, ia mungkin akan menggigitmu. Jika engkau tidak dapat memuaskan setiap keinginannya, ia akan menggigitmu.
Anjing ini tidak akan pernah memberimu kedamaian. Ia tidak akan membiarkanmu melakukan kebaikan apa pun. Satu-satunya pekerjaan yang akan dilakukan anjing ini adalah menyalak dan makan.
Anjing mempunyai sifat-sifat yang buruk. Ia egois dan tidak mengetahui yang benar dan yang salah atau kebaikan dan kejahatan. Ia tidak dapat membedakan segala hal, bahkan hal-hal yang dibuang oleh Tuhan maupun oleh manusia bijak.
Secara terus-menerus hidungnya mengendus di tanah, mencari darah, kotoran, dan sampah lainnya. Mengendus segalanya, mengais-kais di sampah busuk untuk memenuhi hasratnya. Ia tidak menyukai sesuatu yang berbau wangi.
Anjing-anjing pikiran dan hasrat, hanya meminta dan meminta, yang menuntut makanan dari orang yang memeliharanya. Semua waktunya digunakan untuk mencari tulang, daging, ayam, dan ikan. Itulah satu-satunya pekerjaan yang dilakukan pemilik anjing ini. Ia menggonggong dan menggonggong, yang bersikukuh untuk memenuhi segala hasratnya.
Cucu-cucuku, engkau seharusnya tidak memelihara anjing seperti ini di dalam dirimu. Anjing semacam ini selalu mencurigai segala hal dan melihat setiap orang yang lewat. Begitu curiganya ia, bahkan dalam tidur ia akan bangun secara tiba-tiba dan menggonggong.
la tidak dapat hidup dalam kesatuan, kedamaian, atau harmoni dengan anjing lain. Karena keegoisannya, ia akan menyerang dan menyalak, tanpa mempedulikan telinga, hidung, atau matanya yang terluka.
Selama engkau memelihara anjing dalam dirimu, ia akan selalu menggonggong dan engkau tidak akan pernah mengenal kesatuan, kebersamaan, atau ketenangan. Engkau tidak akan pernah tahu cinta, kasih sayang, kedamaian, atau ketenangan.
Semua sifat ini tak akan pernah tumbuh bersama dirimu. Engkau hanya akan mengenal keraguan, kecemburuan, kedengkian, kemarahan, kelicikan, penipuan, dan egoisme. Engkau hanya mampu melakukan apa yang dilakukan anjing.
Cucuku terkasih, jangan mempercayakan rumah hatimu pada anjing pikiran dan nafsu. Jangan berpikir bahwa anjing semacam ini dapat menjaga rumahmu yang penuh dengan sifat-sifat Tuhan, rumah kebajikan dan cinta, rumah kasih, kedamaian, dan ketenangan.
Setiap orang yang mempercayakan rumahnya pada anjing tidak akan pernah menemukan kedamaian. Rumah tidak memerlukan penjaga selain Tuhan. Dia adalah Pelindung Yang mempunyai 30.000 sifat mulia dan 99 sifat wajib dan tindakan, atau wilayat, yang selalu menjaga rumah hatimu.
Cucu-cucuku, jangan meninggalkan ruang untuk apa pun yang bertentangan dengan Tuhan merambat ke ruang hatimu. Beri Dia tanggung jawab untuk menjaga tempatmu. Dia Sendiri bertanggung jawab atas kerajaan-Nya, rumah-Nya, kekayaan-Nya, dan kekayaan jiwa-Nya. Jika Dia Pengawal, engkau akan mendapatkan kedamaian.
Jika engkau menolak untuk menyerahkan kerajaan jiwamu pada pikiran dan hasrat, kerajaan itu akan semakin kuat dalam kedamaian. Engkau akan mampu menyelesaikan semua pelajaran yang ada di sekolah dunia ini. Engkau akan memahami keadilan, keterbukaan, dan cinta. Engkau akan dapat memahami dirimu, Tuhanmu, dan kebebasan jiwamu.
Kasihku padamu, cucu-cucuku. Dengan kearifanmu, tangkaplah anjing itu, kendalikan, dan kemudian letakkan ia di belakang dapur. Cukup engkau pelihara sifat dan kecintaan kepada Tuhanmu. Jika engkau melakukan ini, engkau akan mempunyai kedamaian dan ketenangan.
Engkau akan mendapatkan kenyamanan kearifan Tuhan dan menjadi bahagia. Engkau akan mengenal kekayaan cinta Tuhan dan menghargai nilai sejati kekayaan itu. Engkau akan mengerti Dzat Yang bertanggung jawab atas kerajaan ini. Kasihku padamu. Amin.
Sumber:
Buku Kebun Ma’rifat Vol.4
Oleh M. Rahim Bawa Muhaiyaddeen








































