
inilahmojokerto.com – Seorang balita bernama Novan (2), warga Dusun Cepoko, Desa Sambilawang, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, diduga mengalami kelainan genetik yang menyebabkan gangguan pertumbuhan.
Novan merupakan anak dari pasangan Affan dan Parti. Meski memiliki nafsu makan yang baik, kondisi tubuhnya tetap kurus dan pertumbuhannya tidak sesuai usia. Selain itu, kulit di sekujur tubuhnya tampak kemerahan.
“Novan doyan makan, tapi tubuhnya tidak bisa gemuk,” ujar Affan.
Novan telah tiga kali menjalani pemeriksaan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Pada Rabu (14 April 2026), ia kembali dijadwalkan menjalani pemeriksaan lanjutan berupa pengambilan sampel darah dan jaringan kulit guna memastikan diagnosis penyakit yang dideritanya.
Dari informasi sementara, Novan diduga mengalami gangguan penyerapan nutrisi akibat kelainan genetik, meskipun belum diketahui secara pasti jenis kelainan tersebut maupun riwayat dalam keluarga.
Pada Sabtu (11 April 2026), puluhan petugas dari Satpol PP, TNI, Dinas Sosial, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto mendatangi rumah keluarga Novan untuk mengawal kunjungan bupati hingga rumah Affan terlihat sesak.
Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra, yang turut hadir bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), menyampaikan bahwa awalnya kondisi Novan diduga sebagai stunting.
“Usianya sudah dua tahun, tetapi berat badannya hanya sekitar lima kilogram, jauh di bawah standar normal,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Mojokerto berkomitmen memberikan penanganan maksimal, termasuk pemenuhan nutrisi dan perawatan medis lanjutan.
Selain itu, sampel darah Novan rencananya akan dikirim ke rumah sakit di Korea untuk dilakukan pemeriksaan DNA guna memastikan penyebab pasti penyakit tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Mojokerto juga menyalurkan bantuan sebesar Rp 6 juta kepada keluarga Novan untuk membantu biaya perawatan. (kim)









































