
inilahmojokerto.com – Pemerintah Kota Mojokerto mencatat capaian Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah menembus 102.121 peserta atau 71,5 persen dari total sasaran hingga 19 Juli 2026. Angka tersebut menempatkan Kota Mojokerto jauh di atas target nasional, sekaligus memperkuat optimisme pemerintah daerah untuk mencapai cakupan 100 persen pada Oktober 2026.
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan percepatan capaian CKG tidak lepas dari strategi jemput bola yang dilakukan seluruh tenaga kesehatan dengan mendatangi sekolah, komunitas, hingga lingkungan permukiman. Pola layanan ini dinilai lebih efektif dibanding hanya menunggu masyarakat datang ke puskesmas.
“Capaian kita sudah mencapai 71,5 persen atau lebih dari 102 ribu warga. Ini lebih cepat dari target yang kami tetapkan. Seluruh tenaga kesehatan bergerak aktif turun ke lapangan sehingga pelayanan semakin mudah dijangkau masyarakat,” ujar Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita saat meninjau pelaksanaan CKG di SMP/SMA Darul Quran, Wates, Kecamatan Magersari, dilanjutkan monitoring di Puskesmas Gedongan, Kamis (23/7/2026).
Menurut Ning Ita, Kota Mojokerto tetap memasang target ambisius dengan mengejar cakupan 100 persen, jauh melampaui target nasional yang berada di angka 46 persen.
Ia optimistis target tersebut dapat dicapai karena pada tahun sebelumnya Kota Mojokerto berhasil mencatatkan cakupan penuh program pemeriksaan kesehatan masyarakat.
“Kami ingin seluruh warga mendapatkan hak yang sama untuk mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini. Tahun lalu bisa mencapai 100 persen, maka tahun ini target itu harus kembali terwujud,” tegasnya.
Pemkot Mojokerto menargetkan seluruh sasaran telah mengikuti Program Cek Kesehatan Gratis paling lambat Oktober 2026. Setelah itu, selama November hingga Desember, petugas kesehatan akan melakukan penyisiran atau sweeping terhadap warga yang belum menjalani pemeriksaan.
Program CKG memberikan layanan pemeriksaan kesehatan secara komprehensif, mulai dari pemeriksaan fisik, laboratorium, kesehatan mata, rekam jantung (EKG), hingga pemeriksaan khusus perempuan berupa skrining IVA dan pemeriksaan hemoglobin (HB).
Pemeriksaan tersebut bertujuan mendeteksi secara dini berbagai penyakit menular maupun tidak menular sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.
Apabila ditemukan indikasi penyakit, peserta akan langsung memperoleh rujukan ke fasilitas kesehatan sesuai kebutuhan agar mendapatkan penanganan lanjutan.
Selain melalui Program CKG, Pemerintah Kota Mojokerto juga memastikan masyarakat tetap memperoleh akses pelayanan kesehatan melalui program Universal Health Coverage (UHC).
Dengan cakupan UHC yang telah dimiliki Kota Mojokerto, warga dapat memperoleh layanan kesehatan secara gratis di fasilitas kesehatan ketika mengalami keluhan, tanpa harus menunggu pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis.
Pemkot Mojokerto berharap kombinasi Program CKG dan UHC mampu meningkatkan deteksi dini penyakit, mempercepat penanganan medis, sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara menyeluruh.









































