
inilahmojokerto.com – Pembangunan Kenanten Police Station di kawasan Simpang Lima Kenanten, Desa Puri, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, terus dikebut. Pos Satlantas Kenanten yang tengah dibangun tersebut diproyeksikan menjadi pos polisi terpadu dengan fasilitas pelayanan yang lebih lengkap bagi masyarakat dan pengguna jalan.
Kapolres Mojokerto AKBP Andi Yudha Pranata meninjau langsung progres pembangunan tersebut saat bertemu komunitas ojek online (ojol) Mojokerto Raya, Jumat (28/8/2026).
Progres pembangunan Kenanten Police Station saat ini disebut telah mencapai sekitar 70 persen.
Konsep pos polisi ini tidak hanya diarahkan sebagai tempat petugas mengatur lalu lintas. Polres Mojokerto menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung, mulai dari ruang kesehatan darurat, area istirahat pengemudi, toilet hingga akses WiFi.
Kapolres Mojokerto mengatakan, pengembangan Pos Satlantas Kenanten menjadi Kenanten Police Station merupakan bagian dari upaya menghadirkan pelayanan kepolisian yang lebih dekat dengan masyarakat.
“Kita berfokus pada pengembangan pos lalu lintas menjadi stasiun terpadu yang dilengkapi fasilitas kesehatan darurat, area istirahat bagi ojek online dan konvensional,” kata Andi.
Keberadaan fasilitas tersebut juga diharapkan menjadi solusi bagi pengemudi ojol maupun ojek konvensional yang selama ini membutuhkan tempat singgah saat menunggu penumpang.
Perwakilan komunitas ojol bahkan mengapresiasi pembangunan tersebut. Dony dari Grab Mojokerto Community menilai keberadaan tempat khusus bagi pengemudi dapat membuat aktivitas menunggu penumpang lebih tertata dan tidak mengganggu arus lalu lintas.
“Kami bahagia karena dibuatkan tempat yang nyaman buat stay dan tidak ada hambatan untuk menarik penumpang. Semoga ini menjadi tempat ternyaman bagi kita untuk mangkal dan berkoordinasi,” ujarnya.
Selain fasilitas umum, Polres Mojokerto juga menyiapkan konsep pelayanan kesehatan darurat di Kenanten Police Station.
Hal ini dinilai penting mengingat Simpang Lima Kenanten merupakan salah satu titik lalu lintas padat. Kawasan tersebut menjadi pertemuan berbagai arus kendaraan sehingga memiliki potensi kecelakaan maupun gangguan lalu lintas.
Karena itu, personel yang nantinya bertugas di pos tersebut diharapkan memiliki kemampuan memberikan pertolongan pertama pada kondisi darurat.
“Kita juga akan menyiapkan pengetahuan penanganan pertama untuk kasus gawat darurat seperti masalah jantung dan pernapasan,” jelas Andi.
Polres Mojokerto juga membuka peluang kolaborasi dengan Dinas Kesehatan maupun relawan untuk memperkuat layanan kegawatdaruratan di kawasan tersebut.
Tak hanya petugas, komunitas ojol juga diusulkan mendapat pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD).
Usulan itu disampaikan Margono, perwakilan komunitas Shopee. Menurutnya, kemampuan pertolongan pertama penting dimiliki para pengemudi karena mereka sehari-hari berada di jalan dan berpotensi menjadi orang pertama yang menemukan korban kecelakaan.
Kapolres Mojokerto menyambut usulan tersebut dan menyatakan akan memfasilitasi pelatihan bagi pengemudi ojol yang rutin beraktivitas di sekitar Kenanten Police Station.
Pembangunan Kenanten Police Station juga berjalan beriringan dengan rencana penataan lalu lintas di kawasan Simpang Lima Kenanten.
Dalam pertemuan tersebut, Polres Mojokerto berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur untuk mengevaluasi kondisi lalu lintas di kawasan tersebut.
Kapolres menyebut sekitar 300 unit truk per hari melintas dari arah Kabupaten Mojokerto. Volume kendaraan berat itu menjadi salah satu faktor yang membuat penataan Simpang Lima Kenanten perlu mendapat perhatian.
Sejumlah langkah awal disiapkan, di antaranya pendataan volume kendaraan, evaluasi rambu dan APILL, kajian posisi lampu lalu lintas, optimalisasi bahu jalan serta penataan lokasi naik-turun penumpang atau drop zone.
Hasil evaluasi tersebut nantinya menjadi dasar untuk menentukan rekayasa lalu lintas yang lebih tepat.
Untuk jangka panjang, opsi pembangunan flyover di Simpang Lima Kenanten juga kembali dibahas sebagai salah satu solusi untuk mengurai kepadatan lalu lintas.
Kasi Pengendalian dan Operasional UPT P3 LLAJ Mojokerto Dishub Provinsi Jatim Akhmad Yazid mengatakan kondisi jalan dari arah utara juga perlu menjadi perhatian. Jalur tersebut memiliki kondisi menurun dan relatif sempit karena terdapat saluran air.
“Perlu koordinasi lebih lanjut, termasuk kemungkinan MoU untuk pengaturan area. Aktivitas ojek pangkalan dan area naik-turun penumpang juga harus ditata agar tidak mengganggu arus,” ujarnya.
Menurutnya, usulan pembangunan flyover sebelumnya memang sudah pernah dibahas. Masukan terbaru dari Polres Mojokerto akan dibawa untuk menjadi bahan pembahasan lebih lanjut di tingkat provinsi.
Dengan konsep tersebut, Kenanten Police Station diharapkan tidak sekadar menjadi pos polisi lalu lintas. Pos ini diproyeksikan menjadi pusat pelayanan terpadu yang menggabungkan fungsi keamanan, keselamatan lalu lintas, layanan darurat serta ruang pendukung bagi masyarakat dan komunitas transportasi.
Kapolres Mojokerto juga memastikan komunikasi dengan komunitas ojol akan terus dilakukan agar pembangunan dan pengelolaan fasilitas tersebut benar-benar sesuai kebutuhan pengguna jalan.
“Kita akan usahakan sering bertemu di tempat ini untuk berkoordinasi dan mendengarkan masukan dari rekan-rekan ojol,” tegasnya.








































