Gerak Jalan Merah Putih 2026 di Kota Mojokerto diikuti lebih dari 2.000 pelajar untuk menanamkan disiplin, kekompakan dan semangat bela negara.

inilahmojokerto.com – Jalan Raya Surodinawan, Kota Mojokerto, Sabtu (22/8/2026), mendadak berubah menjadi panggung semangat kebangsaan. Arus lalu lintas ditutup sementara. Di sepanjang jalan, ribuan pelajar bersiap dengan seragam dan kostum masing-masing, menunggu satu aba-aba untuk memulai langkah mereka.

Bukan sekadar berjalan kaki. Setiap langkah dalam Gerak Jalan Merah Putih 2026 itu membawa pesan tentang disiplin, kekompakan dan cinta tanah air.

Sebanyak 120 regu dari jenjang SD, SMP hingga SMA se-Kota Mojokerto mengikuti kegiatan yang digelar Pemerintah Kota Mojokerto tersebut. Jumlah peserta mencapai lebih dari 2.000 pelajar.

Ada regu yang mengenakan kostum olahraga, pakaian bernuansa budaya, busana ala kerajaan hingga seragam yang menyerupai prajurit dan gaya militer.

Ada regu yang mengenakan kostum olahraga, pakaian bernuansa budaya, busana ala kerajaan hingga seragam yang menyerupai prajurit dan gaya militer.

Dari garis pemberangkatan, suasana terlihat semarak. Ada regu yang mengenakan kostum olahraga, pakaian bernuansa budaya, busana ala kerajaan hingga seragam yang menyerupai prajurit dan gaya militer.

Ketika Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari tiba bersama rombongan, perhatian peserta sontak tertuju ke garis start. Bendera pemberangkatan kemudian dikibarkan sebagai tanda dimulainya gerak jalan.

Setiap langkah dalam Gerak Jalan Merah Putih 2026 itu membawa pesan tentang disiplin, kekompakan dan cinta tanah air.

Langkah para pelajar pun bergerak serempak.

Bagi Pemerintah Kota Mojokerto, kegiatan tersebut bukan hanya perlombaan untuk mengejar juara. Gerak jalan menjadi ruang untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda melalui pengalaman yang sederhana, tetapi sarat makna.

Ika Puspitasari mengatakan, gerak jalan melatih anak-anak untuk memahami arti kedisiplinan. Mereka juga belajar bahwa sebuah tujuan tidak dapat dicapai seorang diri, melainkan membutuhkan kekompakan dan kerja sama.

“Dalam mengisi kemerdekaan kita membutuhkan kerja bersama dan kolaborasi, tidak bisa sendirian,” ujar Ika.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini semakin kompleks. Perkembangan zaman yang begitu cepat membawa berbagai perubahan yang menuntut anak-anak memiliki karakter kuat agar mampu menghadapi masa depan.

Karena itu, disiplin, soliditas dan kecintaan terhadap tanah air dinilai menjadi bekal penting bagi generasi penerus bangsa.

“Dengan bekal kedisiplinan, kekompakan dan semangat cinta tanah air yang besar, mereka akan mampu mewujudkan Indonesia yang lebih maju,” katanya.

Di balik meriahnya kegiatan tersebut, ada pula perjuangan panjang para peserta. Sebelum turun ke jalan, mereka harus berlatih, mengatur barisan, menyamakan gerakan hingga membangun kekompakan dalam satu regu.

Dukungan juga datang dari para guru, kepala sekolah dan orang tua. Tidak sedikit orang tua yang harus meluangkan waktu, tenaga maupun biaya untuk mendukung anak-anak mereka mengikuti kegiatan tersebut.

Wali Kota pun memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat.

Ia menegaskan, kemenangan bukanlah satu-satunya tujuan Gerak Jalan Merah Putih. Peserta yang berhasil menjadi juara patut diberi penghargaan, tetapi mereka yang belum menang juga tidak boleh kehilangan semangat. Sebab, nilai utama yang ingin dibangun justru berada di balik perlombaan tersebut.

“Ini tidak hanya lomba semata, tetapi sejatinya untuk menguatkan karakter kedisiplinan dan cinta tanah air kalian kepada Indonesia,” pesan Ika kepada para peserta.

Pesan itu menjadi penting di tengah perubahan zaman. Bela negara bagi generasi muda tidak selalu harus dimaknai melalui hal-hal besar. Menjaga disiplin, menghargai perbedaan, mampu bekerja sama, bertanggung jawab dan mencintai bangsa juga merupakan bagian dari upaya menjaga Indonesia.

Pagi itu, ribuan pelajar Mojokerto menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan masih bisa dirawat dengan cara sederhana: berkumpul, berlatih, berjalan bersama dan menjaga kekompakan.

Dari langkah-langkah kecil itulah karakter generasi muda ditempa. Dan dari generasi muda yang disiplin, solid serta mencintai tanah air, harapan Indonesia yang lebih kuat sedang dipersiapkan. (adv-Kominfo)

43

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini