Kuasa hukum PT Annisa Ahmada, Rif’an Hanum.

inilahmojokerto.com – Gelombang calon jemaah umrah (CJU) yang mengajukan refund PT Annisa Ahmada Travelindo (ITS Group) terus berlangsung. Di tengah antrean jemaah mengambil paspor dan dokumen perjalanan, pengurus perusahaan justru disebut sudah tidak dapat dihubungi.

Kuasa hukum PT Annisa Ahmada, Rif’an Hanum, mengatakan kondisi tersebut membuat dirinya ikut terpukul. Ia menyampaikan hal itu saat menemui para CJU di posko pengaduan yang sekaligus menjadi kantor dan tempat tinggalnya di Dusun Losari, Desa Sidoharjo, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

“Sudah seminggu orang-orang yang bertanggung jawab di PT Annisa Ahmada menghilang, tidak bisa dihubungi lagi,” tutur Hanum sambil menahan emosi dan menangis.

“Maaf, saya emosi, karena melihat para jamaah yang mengalami masalah seperti ini,” imbuhnya.

Menurut Hanum, persoalan PT Annisa Ahmada tidak cukup dijelaskan hanya dengan alasan perusahaan tertipu agen tiket. Ia mengaku telah mengajukan 102 pertanyaan kepada pihak perusahaan untuk mengetahui kondisi sebenarnya.

“Saya mengajukan 102 pertanyaan pada mereka, di antaranya berapa nama yang sudah diajukan untuk pembelian tiket, mana buktinya, dan lain-lain. Tapi nggak ada jawaban,” ujarnya.

Hanum bahkan menyebut persoalan tersebut berpotensi masuk ranah pidana. Ia mengaku mendapat dorongan dari sejumlah rekan pengacara untuk melaporkan pihak yang bertanggung jawab.

Sebelumnya, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mencabut akses PT Annisa Ahmada terhadap Siskopatuh setelah perusahaan disebut gagal memberangkatkan 282 CJU dan menelantarkan 82 jemaah di Arab Saudi.

Kemenhaj juga menyebut hampir 4.000 CJU terdaftar di perusahaan tersebut. Sementara sekitar 1.100 CJU telah mendatangi posko Hanum untuk mengambil paspor sekaligus mengajukan refund.

Siapa yang Bertanggung Jawab?

Berdasarkan informasi yang tersedia, PT Annisa Ahmada dipimpin Erny Khoirun Nisa sebagai Direktur Utama, sedangkan Zulfa Rizki Maulana menjabat Komisaris. Keduanya merupakan ibu dan anak.

Keduanya sebelumnya disebut berencana menemui para jemaah pada 18-19 September. Namun, menurut Hanum, mereka justru tidak dapat dihubungi sejak dini hari 17 September.

Kini para jemaah menunggu dua hal sekaligus, kepastian nasib dana yang telah disetorkan dan kejelasan siapa yang harus bertanggung jawab atas persoalan travel umrah tersebut.

5

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini