Kebakaran yang melanda tempat pengolahan ban bekas di Desa Domas, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, belum berhasil dipadamkan hingga hari keempat, Senin (26/10/2026).

inilahmojokerto.com – Empat hari sejak kebakaran melanda tempat pengolahan ban bekas di Desa Domas, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, bara api di antara gunungan ban belum sepenuhnya padam.

Asap hitam berbau menyengat masih mengepul, sementara abu kebakaran terbawa angin hingga ke rumah warga dan lahan pertanian.

Kondisi tersebut membuat warga harus menghadapi dampak kebakaran yang tak kunjung selesai. Selain mengganggu pernapasan, abu sisa pembakaran juga mengotori rumah. Tanaman di sekitar lokasi mengering.

Hingga Senin (26/10/2026), api masih terlihat di sela-sela tumpukan ban bekas di area pengolahan seluas sekitar 2,5 hektare. Sesekali terdengar suara dentuman dari bagian tumpukan yang masih menyimpan bara.

Upaya pemadaman mandiri dilakukan pihak perusahaan menggunakan mesin diesel. Namun, bara yang tersembunyi di bagian dalam gunungan ban membuat api sulit benar-benar dipadamkan.

Suwarno, salah seorang petani setempat, mengaku terganggu oleh asap dan abu yang menyebar mengikuti arah angin. Bahkan, abu kebakaran telah mencapai rumah warga yang berjarak cukup jauh dari lokasi.

“Ya mengganggu karena asapnya keserap (terhirup) dan abunya sampai jauh ke rumah warga. Empat hari ini belum padam. Tanaman juga banyak yang kering,” kata Suwarno, Senin (26/10/2026), dilansir Beritasatu.com.

Keluhan serupa disampaikan Nur Ali. Menurutnya, asap hitam dengan bau menyengat menyebar ke sejumlah wilayah. Abu juga berjatuhan di teras, bahkan masuk ke dalam rumah warga.

Bara Dalam Tumpukan Ban Jadi Kendala

Kebakaran tempat pengolahan ban bekas tersebut terjadi pada Kamis (22/10/2026) sekitar pukul 17.30 WIB. Sopi’i, petugas keamanan pabrik, mengatakan api pertama kali terlihat menjelang Magrib dalam kondisi masih kecil.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, material ban bekas yang terbakar mencapai sekitar 19 ton. Kerugian perusahaan akibat kejadian itu diperkirakan mencapai Rp 2,5 miliar.

Kapolsek Trowulan, Kompol I Gusti N.K. Swastama, menjelaskan bahwa material karet yang meleleh membuat proses pemadaman tidak mudah. Bagian yang telah dibasahi bisa kembali mengering dan berpotensi menyala.

Petugas perlu menyingkirkan sisa ban dan kawat menggunakan alat berat agar bara di bagian dalam dapat dijangkau. Dukungan operasional, termasuk pasokan air dan solar, juga diperlukan untuk melanjutkan pemadaman.

Meski asap mulai menipis dan berubah lebih putih, kondisi tersebut belum berarti kebakaran sepenuhnya selesai.

Bagi warga Desa Domas, persoalannya bukan semata-mata api yang belum padam. Selama bara masih menyala, asap dan abu terus menjadi gangguan bagi kehidupan sehari-hari, kesehatan pernapasan, serta aktivitas pertanian di sekitar lokasi.

8

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini