Komisi II DPRD Kota Mojokerto rekomendasi pengerukan total pembatas jalan di Jalan Pahlawan

IM.com – Proyek pembatas jalan yang juga sebagai pot media tanam di sepanjang Jalan Pahlawan Kota Mojokerto disorot Komisi II DPRD setempat. Proyek senilai Rp 540 juta ini dinilai belum memenuhi maksimal dalam pengerjaannya..

Anggota Komisi II didampingi Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Mojokerto, Amin Wakhid dan beberapa staf mengecek kondisi pekerjaan. Hasil catatan sidak, Komisi II Bidang Pembangunan ini merekom kepada DKP untuk pengerukan lebih total.

Mengapa, kata Ketua Komisi II DPRD Kota Mojokerto, Aris Satriyo Budi, karena saat musin masih adanya genangan air di dalam media tanam. Padahal pembongkaran pembatas median jalan untuk mengeruk aspal yang ada dibawah kotak agar akar tanaman bisa langsung menembus ke tanah.

“DKP harus mengatasi soal ini. Percuma kalau dibongkar tapi nyatanya air hujan tidak bisa meresap ke tanah. Toh persoalan ketergantungan tanaman pada air tak teratasi,” ujarnya.


Sekretaris Komisi II DPRD, Sonny Basuki Rahardjo menyarankan agar pihak DKP memerintahkan pelaksana proyek agar mengambil tindakan. “Harus ada tindakan, seperti membuatkan biopori. Biopori dilakukan dengan mengebor aspal dengan kedalaman tertentu sehingga permukaan aspal tembus ke bawah,” kata Sony menegaskan.

DKP nampak sangat merespon positif rekomendasi Komisi II. Kepala Bidang Pertamanan DKP, Lilik menyatakan akan segera menindaklanjuti rekomendasi tersebut ke pelaksana proyek. “Nanti kita minta pelaksana mengebor taman yang masih ada genangan airnya,” katanya.

Namun ia menjelaskan tidak semua median jalan mengalami persoalan ini. “Hanya ada beberapa saja yang mengalaminya. Tidak semuanya kok,” katanya.

Lilik juga mengurai, proyek tersebut merupakan satu paket dengan beberapa proyek lain. Seperti pembuatan taman pembatas senilai Rp 540 juta, pengadaan tanaman dan pupuk Rp 400 juta. “Ini belum termasuk pembutan PJU (penerangan jalan umum) Rp 800 juta pada 26 titik,” pungkasnya.

Sebelumnya pengerjaan proyek itu mendapat sorotan keras pengguna jalan khususnya yang melintas malam hari. Mereka meminta supaya dipasang rambu peringatan di sepanjang jalur yang sedang dalam pengerjaan. Sehingga pengguna jalan akan lebih waspada saat melintas di jalan tersebut terutama pada malam hari. (uyo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here