Kunjungan Menteri ESDM Ignasius Jonan meninjau pemasangan jaringan gas bumi (jargas) di Kelurahan/Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto didampingi Wali Kota Mojokerto Mas'ud Yunus dan manajemen PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Persero Tbk

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan tahun ini 5 ribu rumah tangga sederhana di Kota Mojokerto mendapatkan aliran gas bumi. Konversi dari empat elpiji ke gas bumi ini diharapkan menghemat belanja warga hingga 50%.

Hal itu dikatakan Menteri ESDM Ignasius Jonan usai meninjau pemasangan jaringan gas bumi (jargas) di Kelurahan/Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. Kunjungan kerja Jonan ini didampingi Wali Kota Mojokerto Mas’ud Yunus dan manajemen PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Persero Tbk.

“Hari ini proyek Jargas untuk rumah tangga sebanyak 5 ribu sambungan di Kota Mojokerto telah dimulai, nantinya ibu-ibu sudah bisa menikmati masak pakai gas bumi yang hemat ini tahun ini juga,” kata Jonan kepada wartawan di lokasi, Minggu (13/8/2017).

Jargas tersebut, lanjut Jonan, dipasang secara gratis untuk 5 ribu rumah tangga sederhana di Kota Mojokerto. Para penerima tersebar di 7 kelurahan. Meliputi Kelurahan Kauman 502 rumah, Mentikan 607 rumah, Prajurit Kulon 1.265 rumah, Miji 1.104 rumah dan di Kelurahan Surodinawan 1.522 rumah. “Tujuan kami konversi elpiji ke gas bumi ini untuk menghemat penggunaan elpiji tabung 3 kilogram,” ujarnya.


Jonan menjelaskan, selain lebih aman jika dibandingkan elpiji, penggunaan gas bumi juga bisa menghemat belanja rumah tangga hingga 50%. Menurut dia, rata-rata dalam sebulan satu rumah tangga menghabiskan 10 tabung elpiji 3 Kg atau Rp 175 ribu.

Dengan beralih ke gas bumi, maka pengeluaran untuk belanja energi harian masyarakat bakal hemat Rp 70-80 ribu/bulan. “Kalau dari segi kemanaman jauh lebih aman dibandingkan tabung elpiji. Karena tekanan lebih rendah, hanya 0,2 bar, berat jenisnya juga lebih rendah,” ungkapnya.

Jargas untuk rumah tangga sederhana di Kota Mojokerto, kata Jonan, diajukan 38 ribu rumah. Namun, pihaknya berjanji akan memenuhi pengajuan dari Wali Kota itu secara bertahap. “Tahun ini 5 ribu, tahun depan 10 ribu, pelan-pelan,” terangnya

Pemasangan jargas untuk rumah tangga sederhana ini disambut baik warga Prajurit Kulon. Tri Nurhayati (39) mengaku senang bisa beralih ke gas bumi. “Pakai gas bumi ini lebih aman, kan endak takut meledak. Kalau pakai elpiji kadang regulatornya rusak,” tandasnya.

Pemasangan jargas untuk rumah tangga sederhana di Kota Mojokerto dikerjakan oleh PT PGAS Solution dengan nilai kontrak Rp 49,5 miliar. Jargas ini menggunakan pipa diamter 4 inchi 990 meter, pipa PE 180 mm sepanjang 7.962 meter dan pipa 63 mm sepanjang 45.327 meter. (kus/uyo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here