Ning Ita sosialisasi program toko sediakan sembako murah kepada pengusaha toko di Kelurahan Gunung Gedangan Kota Mojokerto

IM.com – Ika Puspitasari punya cara sendiri untuk membantu mensejahterakan warga Kota Mojokerto. Perempuan yang akrab disapa Ning Ita ini sedang menggalakkan program koperasi Ita Kita Sejahtera. Yups, melalui program ini, dia ingin memastikan warga Kota Mojokerto mendapatkan sembako murah sekaligus memberdayakan para pengusaha toko.

Program koperasi Ita Kita Sejahtera ini diluncurkan perdana oleh Ning Ita di RT 3 RW 6, Lingkungan Gununganyar, Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari, Minggu (27/8/2017).

Toko sembako milik Sutarmi (58) menjadi sasaran pertama sebagai koperasi Ita Kita Sejahtera. Di luar perkiraan, ternyata peminat sembako murah yang disediakan koperasi ini cukup tinggi. Terbukti sebanyak 65 paket sembako murah yang disediakan pagi tadi langsung habis diserbu warga.

Ning Ita menjelaskan, program koperasi Ita Kita Sejahtera semata-mata untuk menyediakan kebutuhan pokok dengan harga yang jauh lebih murah jika dibandingkan harga pasaran untuk warga Kota Mojokerto.


Selain itu, program ini juga memberdayakan para pengusaha toko menjadi bagian rantai distribusi sembako murah kepada warga. Anggotanya merupakan warga sekitar toko. Ning Ita menjamin kelancaran pasokan kebutuhan pokok dengan harga murah tersebut.

Setiap paket sembako murah terdiri dari 2 Kg beras kualitas premium, 1 Kg gula pasir dan 1 liter minyak goreng. “Saya berharap bisa membantu meringankan ibu-ibu karena urusan dapur kan yang mengatur ibu-ibu. Meski ga nyekel duit (tidak pegang uang) kalau sembako ada akan ayem (hati tenang),” kata Ning Ita kepada anggota koperasi Ita Kita Sejahtera RT 3 RW 6 Lingkungan Gununganyar

Adik kandung Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa ini menuturkan, program koperasi Ita Kita Sejahtera di Kota Mojokerto melanjutkan tradisi berbagi yang telah lama dilakukan keluarga besarnya.

Rezeki melimpah dari bisnis pertambangan, pengaspalan dan pengecoran jalan yang digeluti keluarga besarnya membuat bersedekah menjadi hal yang dianggap wajib. Menurut dia, selama ini keluarga besarnya rutin menyalurkan bantuan 5 ton beras/bulan ke panti asuhan dan pondok pesantren di Mojokerto.

“Kalau bisa yang dilakukan keluarga besar saya semakin luas. Maka saya membuat program koperasi Ita Kita Sejahtera, kenapa sembako bisa murah? Karena beras dan gula dari sawah keluarga saya sendiri, kecuali minyak goreng, tapi saya bisa menembus pabrik dengan harga murah dibandingkan pasar,” terangnya.

Tak hanya di Lingkungan Gununganyar, tambah Ning Ita, program koperasi Ita Kita Sejahtera akan menyentuh 18 kelurahan di Kota Mojokerto. Di setiap kelurahan nantinya akan ditunjuk 5 pengusaha toko untuk dijadikan koperasi Ita Kita Sejahtera.

Masing-masing toko diharapkan bisa mendistribusikan paket sembako murah ke warga di sekitarnya. Saat ini Ning Ita telah menyiapkan 10 ribu paket sembako murah yang akan digelontorkan dalam lima bulan ke depan.

“Program ini saya dedikasikan untuk masyarakat. Tak lepas dari niatan saya supaya yang bergabung di koperasi Ita Kita Sejahtera benar-benar menjadi sejahtera karena sembako murah. Setidaknya saya ada manfaatnya bagi warga Kota Mojokerto,” ungkap perempuan yang juga menjabat Ketua Bidang Sosial PC Muslimat NU Kabupaten Mojokerto ini.

Murahnya paket sembako dari Ning Ita diakui oleh Sutarmi (58), pemilik toko di Lingkungan Gununganyar yang menjadi koperasi Ita Kita Sejahtera. Jika dipasaran, harga paket sembako dari Ning Ita tersebut bisa mencapai Rp 48 ribu. Dengan rincian 2 Kg beras kualitas premium seharga Rp 24 ribu, 1 Kg gula pasir Rp 12 ribu dan 1 liter minyak goreng kemasan Rp 12 ribu.

“Paket sembako dari Ning Ita ini sangat murah. Jadi, anggota koperasi Ita Kita Sejahtera di Lingkungan Gununganyar bisa berhemat banyak uang belanja,” jelasnya.

Di sela-sela peluncuran program koperasi Ita Kita Sejahtera, Ning Ita juga menyempatkan diri berdialog dengan warga Rt 3 RW 6 Lingkungan Gununganyar. Perempuan berhijab ini menampung sejumlah aspirasi warga setempat.

Mulai dari penyaluran bantuan sosial dari pemerintah yang kurang tepat sasaran, masalah banjir yang tiap musim hujan melanda permukiman penduduk, hingga upaya pemberdayaan karang taruna dan muslimat. Ning Ita berjanji bakal menyelesaikan berbagai persoalan tersebut di tahun pertama dirinya menjabat jika terpilih menjadi Wali Kota Mojokerto. (kus/uyo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here