Cara budidaya dan bantuan ikan
Kepala UPT Instalasi Budidaya Ikan Air Tawar Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur, A. Qusairi beserta Bappeda Kabupaten Mojokerto, Satrio Wahyu menyerahkan bantuan benih ikan

IM.com – Sektor perikanan merupakan usaha yang cukup luas serta menjanjinkan keuntungan. Di Indonesia baru sekitar 5% budidaya ikan dari total ikan yang diperkirakan dijual-belikan dan sisanya 95% didominasi ikan tangkap baik untuk konsumsi dalam negeri ataupun ekspor keluar negeri.

Pemerintah terus mengupayakan, sektor budidaya ikan dengan tujuan mengurangi penangkapan ikan di laut yang kini semakin menipis karena regenerasi yang cukup lama karena adanya penggunaan alat tangkap cantrang.

Berkaitan dengan pelaksanaan program ke-102 tahun2018 TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Jembul, Jartirejo, Kabupaten Mojokerto, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur melakukan edukasi pada warga setempat tentang budidaya ikan air tawar.

Dengan menghadirkan Kepala UPT Instalasi Budidaya Ikan Air Tawar Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur, A.Qusairi di hadapan 15 peserta menuturkan, jenis ikan air tawar yang prospeknya cerah, memiliki nilai ekonomis serta mudah dibudidayakan adalah ikan lele. Keunggulan dan manfaat ikan lele adalah pada rasa dagingnya lezat, gurih dan tidak berduri, kaya protein, rendah kolesterol, aman dikonsumsi, dan harganya terjangkau sehingga banyak digemari masyarakat.


Diterangkan lebih lanjut, cara budidaya ikan lele tidak terlalu rumit, terlebih sifat biologis ikan lele yang habitatnya di semua jenis air tawar, termasuk air kotor, air lumpur, parit bahkan bisa hidup di daratan hingga 6-8 karena ikan lele memiliki ‘arborescent organ’ yaitu insang tambahan untuk bernafas.

Ikan lele dapat dibudidayakan pada lahan yang sempit dengan menerapkan teknologi budidaya, bahkan lele dapat hidup pada dataran rendah sampai pada ketinggian 600 meter di atas permukaan laut (dpl) dengan suhu antara 25 – 30°celsius.

Berkembangnya usaha kuliner dengan bahan baku ikan lele seperti abon lele, nuget lele, kerupuk lele, pentol lele, pecel lele dan beragam olahan yang menggunakan lainnya terbuat dari bahan dasar lele, menjadikan budidaya ikan lele menjanjikan prospek yang bagus.

Berbicara tentang proses budidaya lele, diawali dengan memilah bibit unggul dan berkualitas yang berasal dari indukan yang bagus. Ukurannya seragam, sehat dan lincah gerakannya, tidak terdapat tanda-tanda terserang penyakit, tahan terhadap serangan penyakit dan pergantian cuaca.

Selain menyiapkan bibit yang unggul, sejumlah persiapan lainnya yang harus dilakukan antara lain penyiapan kolam yang bisa menggunakan tanah, beton maupun terpal dengan posisi dasar ditata sedikit miring dan diberi kubangan di dekat pintu pengeluaran air untuk memudahkan waktu panen serta alur air masuk dan yang keluar dikonsep berseberangan.

Setelah kolam siap, periksa kembali bila ada yang kurang pas untuk dibenahi. Lakukan pengapuran dengan dosis 500 gram/m2, pemupukan dengan pupuk kandang dari kotoran ayam, burung puyuh, atau lainnya dengan dosis 500 gram/m2. Selanjutnya pengisian air dan pemasukan benih ikan.

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut, Danramil 0815/15 Jatirejo Kapten Inf Supriyanto, Staf Bappeda Kabupaten Mojokerto, Satrio Wahyu, Kades Jembul, Suyitno, Bati Bakti TNI Koramil Jatirejo Peltu Imam Bakhrudin serja jajaran perangkat desa.

Kepala UPT Instalasi Budidaya Ikan Air Tawar Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur. Qusairi beserta Bappeda Kabupaten Mojokerto, Satrio Wahyu menyerahkan bantuan benih ikan, dalam kegiatan tersebut, diserahkan pula pakan ikan (pelet) sebanyak 15 sak kemasan 30 kilogram atau 450 kilogram dan obat prebiotik sebanyak 10 botol yang diterima langsung Kepala Desa Jembul, Suyitno.

Suyitno menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jatim yang telah memberikan bantuan benih ikan lele dan ikan nila bagi petani ikan Desa Jembul. “Ini merupakan berkah sekaligus penghargaan bagi warga Desa Jembul”, tutur Kades.(dim/uyo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here