Para pelaku pesta seks swinger alias tukar pasangan diketahui tidak punya kelainan pada kejiwaannya. Perilaku mereka murni didorong pemuasan libido dan faktor gaya hidup.

IM.com – Perbuatan Eko Hardianto (31) mengajak istrinya, Dwi untuk pesta seks tukar pasangan (swinger) dengan dua pasutri lain murni karena dorongan sensasi untuk memuaskan libido. Hasil diagnosa psikologis menunjukkan, kejiwaan Eko dan istrinya, juga pasangan yang diajak swinger masih waras.

Artinya, tidak ada gejala kelainan apapun pada kejiwaan mereka.

“Dari keterangan psikiater, keenam orang yang terlibat dalam pesta seks ini bukan kelainan jiwa,” kata Kanit Asusila Subdit IV Renakta, Kompol Edy Heriyanto saat dihubungi, Senin (15/10/2018).

Namun begitu, perilaku seks mereka tetap dianggap sebagai kelainan dari segi gaya hidup. Menurut Edy, perilaku seks tukar pasangan ini bukan tergolong fantasi seks.


“Kalau fantasi itu tidak nyata. Nah, kasus (pesta seks swinger Eko) ini nyata, karena ada peristiwa dan perbuatan yang dilakukan. Jadi tidak masuk dalam kelainan jiwa melainkan gaya hidup,” ujarnya merujuk pada kesimpulan dari diagnose psikiater. (Baca: Pria Ini Layani Seks Tukar Pasangan Berbayar, Libatkan Istri yang Hamil 8 Bulan).

Edy menyebutkan, apabila perilaku seks tukar pasangan yang didorong faktor gaya hidup dianggap lebih berbahaya dari kelainan jiwa karena sulit diobati. Perilaku ini tergolong kelainan psikososial.

“Kalau sakit jiwa masih bisa disembuhkan, tapi kalau gejala sosial, sulit dan bisa menjalar,” pungkasnya. (Baca: Prostitusi Tukar Pasangan dan Threesome Sedang Marak di Surabaya). (jan/im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here