Jenazah MF (9) di rumah duka, Dusun Sukorame, Desa Ketapanrame, Trawas, Mojokerto, sebelum dimakamkan, Jumat (14/12/2018).

IM.com – Seorang bocah warga Dusun Sukorame Desa Ketapanrame, Trawas, Mojokerto meninggal dunia akibat terseret arus air selokan, Jumat sore (14/12/2018) sekitar pukul 15.00 WIB. Sebelum hanyut, korban MF (9) terpeleset ke dalam selokan saat bermain bola di kampung rumahnya.

Tarimun (51), warga Dusun Sukorame yang pertama kali melakukan pertolongan kepada korban. Ia menceritakan, peristiwa nahas itu terjadi saat dirinya pulang dari sawah.

Ketika sampai disekitar TKP, ia mendengar dua bocah berteriak meminta tolong di tengah hujan yang mengguyur deras. Kedua bocah, Nr dan Nv, merupakan teman yang bermain bola bersama korban saat itu.

Berdasar penuturanpara saksi, korban terpeleset saat mengambil bola yang jatuh ke selokan. Debit air selokan yang naik dengan arus cukup deras menyusul hujan lebat yangmengguyur kala itu diduga menyebabkan korban dengan cepat terhanyut.

”Saya lihat korban sudah hanyut jauh sulit dijangkau,” kata Tarimun, Jumat (14/12/2018).

Seketika itu, Tarimunberlari meminta bantuan warga lain untuk mencari korban yang telah hanyut di selokan selebar 40 cm dengan kedalaman 60 cm. Dalam pencarian, saksi dan sejumlah warga baru menemukan korban di kebun bambu.

“Jaraknya (kebun bambu) dari lokasi awal terhanyut sekitar 150 meter,” ujar Tarimun.

Warga kemudian bergegas membawa korban yang masih duduk dibangku kelas 5 SD itu ke Puskesmas Trawas. Namun petugas Puskesmas menyatakan nyawa korban sudah tak terlolong.

“Korban mengalami luka di kepala bagian belakang,” kata salah seorang tenaga medis Puskesmas Trawas.

Kejadian ini sempatdilaporkan ke polisi oleh Rohmat (50) dengan nomor laporan LP/XII/2018/ Jatim/Res Mjkt /Sek Trawas, tertanggal 14 Desember 2018. Tetapi, orang tua korban enggan jenazah anaknya diotopsi. Jenazah korban langsung dibawa pulang untukdimakamkan. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here