Menteri BUMN Rini Soemarno menyalakan listrik sebagai simbol penyerahan bantuan sambungan listrik gratis PLN di rumah salah satu warga Desa Mojopurno, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, Jumat (1/2/2019) siang.

IM.com – Kementerian BUMN memberikan bantuan sambungan listrik gratis dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk 128.098 rumah di Provinsi Jawa Timur (Jatim). Jumlah rumah yang menerima bantuan itu dihuni warga kategori miskin berdasar verifikasi Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

Bantuan sambungan listrik gratis untuk keluarga miskin ini merupakan realisasi dari janji Presiden Joko Widodo. Penyerahan bantuan sambungan listrik secara simbolis oleh Menteri BUMN Rini Soemarno di rumah warga Desa Mojopurno, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, Jumat (1/2/2019) siang.

Menteri Rini mengatakan, puluhan ribu rumah itu selama ini ikut menempel di tetangga maupun saudara untuk memenuhi kebutuhan listrik. Mereka kesulitan untuk memasang saluran listrik PLN karena biayanya cukup mahal yaitu Rp 1 juta.

“Kalau biaya bulanan mereka mampu bayar. Tapi untuk biaya pemasangan sambungan listrik itu yang agak kesulitan karena sampai Rp1 juta. Kalau kebutuhan bulanan paling sekitar Rp 30.000 itu listriknya untuk masak, nonton TV, setrika, dan penerangan,” jelas Rini.


Bantuan sambungan listrik untuk 128 ribu lebih rumah kategori miskin itu diberikan dari sinergi 35 BUMN. Sebelumnya, sinergi 35 BUMN ini telah memberikan sambungan listrik gratis bagi lebih dari 100.000 keluarga miskin dan rentan miskin Jawa Barat.

Sebanyak 35 BUMN itu yakni PLN, BNI, BRI, Pertamina, Bank Mandiri, Telkom, Angkasa Pura II, Pelindo II, BTN, Pupuk Indonesia, Wijaya Karya, PT PP, PGN, Waskita Karya, Pegadaian, PTPN III, Antam, Jasa Marga, Jasa Raharja, Taspen, Airnav, Askrindo. Selain itu, Jasindo, ASDP Indonesia, Perum Bulog, Jamkrindo, Biofarma, Semen Indonesia, Hutama Karya, Kereta Api Indonesia, Dahana, Perhutani, Pindad, Pos Indonesia, dan Jiwasraya.

Menurut Rini, BUMN sepakat untuk bersinergi sebagai upaya menjamin terlaksananya penyambungan listrik bagi masyarakat tidak mampu. Sinergi BUMN, lanjutnya, bertujuan untuk mendorong percepatan program peningkatan rasio elektrifikasi.

“Dengan bantuan sambungan listrik melalui Sinergi BUMN kepada masyarakat, warga sepenuhnya akan menikmati listrik langsung dari PLN. Ini tentunya sangat membantu masyarakat untuk mendapatkan akses listrik secara penuh dan menopang kegiatan ekonomi rumah tangganya,” kata Rini Soemarno.

Sebagai catatan, 5.000 rumah di antara 128.098 penerima bantuan memang berada di Kabupaten Magetan, Ngawi, dan Kota Madiun. Untuk Kabupaten Magetan, ada 24 rumah yang telah dipasang sambungan listrik gratis, tepatnya di Desa Cepoko, Kecamatan Panekan, dan Desa Mojopurno, Kecamatan Ngariboyo.

Seorang warga yang mendapatkan bantuan saluran listrik gratis, Darsi, 69, mengatakan bersyukur rumahnya kini telah terpasang meteran listrik sendiri. Selama ini, ia hanya menumpang saudaranya yang rumahnya bersebelahan.

“Saya butuhnya hanya untuk penerangan. TV ga punya. Saya selama ini hanya butuh untuk penerangan rumah saja. Saya numpang di rumah adik,” jelas warga Desa Mojopurno itu. (sop/im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here