Seorang perempuan warga Desa Bangun, Kecamatan Pungging, Mojokerto yang sedang bekerja memilah sampah impor dan limbah industri kertas untuk dijual lagi ke distributor.

IM.com – Keberlangsungan ekonomi warga Desa Bangun, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto di tengah tumpukan sampah yang menggunung cukup menarik untuk dicermati. Sampah bagi warga desa perbatasan Mojokerto-Sidoarjo itu justru membawa berkah melimpah.

Penghasilan mayoritas warga Desa Bangun bersumber dari pengelolaan (daur ulang) sampah. Sumber penghasilan itu diperkirakan akan terus mengalir, mengingat Indonesia kemungkinan akan menjadi importir besar limbah (sampah industri) dari negara maju seperti Amerika Serikat, Inggris dan Jepang.

Tiga negara maju itu tengah mencari pasar negara lain untuk ekspor limbah industri menyusul kebijakan pemerintah Cina yang menyetop impor limbah dari luar negeri sejak 1 Januari 2018. Secara total, ada 24 bahan yang tidak diizinkan masuk ke negara ini termasuk plastik, kertas, dan tekstil.

Nah, Indonesia diramalkan akan menjadi negara sasaran ekspor limbah berikutnya menyusul Taiwan, Vietnam, Malaysia, Filipina dan Myanmar. Bukan tidak mungkin, wilayan pedesaan seperti Desa Bangun bakal menjadi target penimbunan.


Selama ini, gunungan sampah yang dikelola warga di Desa Bangun juga tidak melulu dari industri lokal maupun regional, seperti PT Pabrik Kertas Indonesia (Pakerin) yang lokasinya bersebelahan dengan desa itu. Namun sampah itu berasal dari jauh sampai Cina, negara-negara Eropa dan Amerika Serikat.

Dari pengelolaan sampah industri itu, penduduk desa mengais rezeki yang cukup untuk menghidupi keluarga. Misalnya, limbah yang berasal dari perusahaan kertas daur ulang di Kabupaten Pasuruan kemudian dipilah berdasarkan bahannya dan dijual ke distributor seharga Rp 500.000 atau 35,7 USD per truk.

Adapun sampah yang tidak dapat didaur ulang akan dijual ke industri rumah makanan sebagai bahan bakar. Setiap truk mini sampah dijual dengan harga Rp 200.000. (jap/im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here